Dapur ACT Di Aleppo, Semerbak 1000 Porsi Nasi Biryani Setiap Hari

Dapur ACT Di Aleppo, Semerbak 1000 Porsi Nasi Biryani Setiap Hari

Dapur ACT Di Aleppo, Semerbak 1000 Porsi Nasi Biryani Setiap Hari' photo

ACTNews, ALEPPO - Sejak pagi-pagi sekali, wajan dan kompor itu sudah beradu. Berkarung-karung beras basmati ditanak sampai harum, lalu puluhan kilogram daging yang telah dicacah dimasukkan jadi satu. Sembari diaduk dengan bumbu kari, belasan bumbu rempah, minyak sayur juga bawang bombay, sudah terbayang betapa harum dan sedap campuran nasi dan daging bercampur dengan minyak dan bumbu kaya rempah itu. Dihitung-hitung, dengan beras basmati sebanyak itu, sekira 1000 porsi masakan siap santap berupa nasi biryani siap untuk disajikan .

Tapi, cerita ini bukan dari sebuah dapur mewah nan elit di sebuah kota besar. Cerita ini berasal dari Aleppo, kota yang sudah porak-poranda diamuk emosi, ego dan ambisi.

Sejak Jumat akhir pekan kemarin (6/10) berturut-turut setiap harinya, dapur umum Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang berlokasi di sebelah utara Kota Aleppo tak henti mengepulkan harum nasi biryani. Ada agenda besar yang sudah harus dimulai sejak pagi-pagi sekali: memasak 1000 porsi nasi biryani lengkap dengan lembaran-lembaran roti khobz. Ada 1000 porsi makanan yang bakal diberikan kepada ratusan keluarga pengungsi yang baru tiba di sebelah utara Aleppo.

Mengapa mengungsi ke Aleppo? bukankah Aleppo kini sudah hancur di segala sisinya? Mitra ACT yang bermukim di Aleppo melaporkan kondisi terbaru, bahwa Aleppo hari ini sedang menjadi tujuan pengungsian dalam jumlah yang besar.

“Mereka berasal dari Idlib, juga Homs, juga Deir az Zor, wilayah yang beberapa minggu terakhir sedang menjadi target serangan baru dari jet-jet tempur Rusia dan rezim Assad,” kata Abou Houssam (bukan nama sebenarnya), perwakilan mitra ACT di A’zaz, sebuah kota kecil sebelah utara Aleppo.

Meski Aleppo porak-poranda, tapi di bagian sebelah utara Aleppo, terdapat sebuah pemukiman besar yang dihuni puluhan ribu pengungsi. Kata Abou Houssam, mereka dijaga oleh pasukan lengkap serdadu Turki. Zona aman pengungsian di sebelah utara Aleppo inilah yang kini menjadi tujuan utama arus pengungsian baru dari Idlib, Homs, Deir az Zor dan kota-kota lain yang dibombardir jet Rusia.

Setiap hari, 1000 porsi nasi biryani dari dapur umum ACT

Tak bisa berdiam diri, lonjakan pengungsi yang luarbiasa ke sebelah utara Aleppo menjadi perhatian khusus, alasan inilah yang mengepulkan lagi dapur umum ACT di kota A’zaz. Andika, Kepala Cabang ACT di Turki mengatakan, setiap harinya dapur umum ACT di A’zaz, utara Aleppo bakal memasak kurang lebih 1000 porsi nasi biryani setiap harinya.

“Jumlah pengungsi yang datang masuk ke Aleppo makin hari makin membeludak. Perjalanan jauh sampai ke Aleppo, tanpa bawa harta benda, tanpa makanan sama sekali. Konsentrasi utama saat ini adalah memastikan lambung mereka terisi kembali, lalu mencoba memulai pembangunan shelter atau tenda-tenda pengungsian bagi pengungsi baru,” kata Andika.

Dimulai dari Jumat (6/10) hingga beberapa hari berikutnya, paket nasi biryani lengkap dengan lembaran roti khobz sampai ke tangan pengungsi-pengungsi yang baru datang ke Aleppo. Di tengah siang yang gersang dan terik, di sebuah kota kecil A’zaz sebelah utara Aleppo, sekali lagi nama Indonesia hadir, bawa nasi biryani gurih juga doa dan kebahagiaan paripurna.

Semoga Aleppo lekas pulih, semoga Suriah kembali penuh tawa seperti dulu! []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan