Dapur Umum Layani Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

Aksi Cepat Tanggap Lhokseumawe bersama Masyarakat Relawan Indonesia Aceh Utara senantiasa mendampingi pengungsi Rohingya di pengungsian Balai Latihan Kerja Kota Lhokseumawe. Pendampingan itu hadir melalui dapur umum dermawan yang telah berlangsung selama dua pekan.

Dapur Umum Layani Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe' photo
Relawan MRI Aceh Utara menyiapkan makanan untuk pengungsi Rohingya. (ACTNews)

ACTNews, LHOKSEUMAWE – Dapur Umum Dermawan terus melayani kebutuhan makan pengungsi Rohingya di Kota Lhokseumawe. Hampir dua pekan berjalan, dapur umum dermawan telah menyajikan lebih dari 4.000 porsi untuk pengungsi, petugas keamanan yang bertugas, dan para relawan. Dapur umum ini berada langsung di halaman pengungsian Balai Latihan Kerja Kota Lhokseumawe.

Pada Senin (21/9) misalnya, sejumlah 386 porsi disajikan dapur umum. Hari itu, relawan dibantu sejumlah pengungsi dalam pengawasan keamanan memasak menu tumis kangkung, sambal terong, kari ikan, dan telur rebus ala Rohingya.

Koordinator MRI untuk Posko Rohingya Rauzi Haristia mengatakan, dapur umum menyediakan kebutuhan makan pengungsi hingga makan malam. Selain relawan, masyarakat setempat juga dilibatkan bergantian dalam proses memasak.

“Relawan dan masyarakat berkolaborasi menyajikan makanan untuk para pengungsi. Mulai dari belanja hingga pendistribusian makanan setelah matang. Sesekali, pengungsi ada yang turut membantu,” kata Rauzi.

Tim Program ACT Lhokseumawe Hidayatullah melaporkan, dapur umum dermawan akan dilakukan hingga akhir September. “Tidak berhenti sampai di situ, kami tetap akan berikhtiar yang terbaik. Insyaallah pendampingan sosial tetap akan dilakukan,” kata Hidayatullah.

Selain dapur umum, relawan MRI Aceh Utara juga terus melakukan pendampingan sosial kepada para pengungsi, mulai dari mengajar bahasa Indonesia dasar hingga bermain bola.

Relawan MRI Aceh Utara juga bekerja sama dengan puskesmas, Organisasi Internasional untuk Migrasi, dan Dokter Lintas Batas dalam memberikan layanan kepada pengungsi.

“Hari ini IOM memberikan pelayanan kesehatan, sedangkan tim ACT, puskesmas dan MSF memberikan mereka obat yang telah dituliskan resep oleh IOM.  Ada sekitar 38 orang yang datang ke klinik hari ini ditambah dengan pengungsi yang berada di ruang isolasi berjumlah 7 orang. Diagnosa yang dilakukan tim medis adalah kebanyakan pengungsi mengeluhkan sesak nafas dan gatal-gatal,” lanjut Hidayatullah.

Senin (7/9) pukul 01.00 WIB 295 pengungsi Rohingya terdampar di Pesisir Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Mereka diungsikan ke Balai Latihan Kerja Kota Lhokseumawe menyusul 99 pengungsi yang tiba di Aceh Utara awal Juni lalu.[]


Bagikan

Terpopuler