Dapur Umum SMF-ACT Asupi Gizi Korban Tsunami Lampung

Dapur Umum SMF-ACT Asupi Gizi Korban Tsunami Lampung

Dapur Umum SMF-ACT Asupi Gizi Korban Tsunami Lampung' photo

ACTNews, LAMPUNG – Dampak bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi Desember 2018 di wilayah Lampung Selatan masih terasa. Ratusan pengungsi hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Melihat keadaan itu, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero hadir di tengah–tengah masyarakat Lampung. SMF menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyediakan fasilitas dapur umum yang telah berlangsung selama dua bulan. Di sana, makan siang dan malam diproduksi bagi ratusan warga yang terdampak tsunami. Sepuluh relawan dibantu warga menyiapkan makanan di dapur ini setiap hari. Dapur umum tersebut adalah bentuk tanggung jawab sosial SMF sebagai Badan Usaha Milik Negara di bawah Kementerian Keuangan.

Dapur umum SMF-ACT terletak di antara tenda pengungsian dan hunian sementara, tepatnya di Desa Way Muli. Jumat (22/2), Wakil Ketua Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) SMF Wicaksono Nugroho hadir langsung untuk melihat kondisi dapur umum. “Tabik pun!” salam Wicaksono, mengawali perbincangan bersama warga.

Wicak mengatakan, ia mewakili SMF turut prihatin atas musibah yang menimpa masyarakat Lampung Selatan. “Kami sangat memahami bahwa banyak keperluan yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat semakin meringankan beban saudara-saudara kami. Kami ikut merasakan duka,“ Wicaksono.

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni pun sangat mengapresiasi kunjungan itu. Ia mengatakan, kunjungan perwakilan PT. SMF merupakan bentuk kepedulian mitra korporasi ACT terhadap permasalahan sosial dan kemanusiaan yang terjadi di Provinsi Lampung, khususnya wilayah terdampak Tsunami Lampung Selatan. ”Terimakasih atas kepedulian PT SMF terhadap warga terdampak disana,” ucap Dian.

Dian mengatakan, dapur umum itu terus melayani kebutuhan makanan penyintas tsunami Lampung Selatan. Setiap hari mereka menyantap sepaket nasi, lauk, dan sayur.

Di tengah keriuhan aktivitas dapur umum, Uniroh salah satu relawan setempat, sedang mengiris bawang merah untuk memasak ayam kecap. “Setiap hari kami memasak ratusan paket makanan. Setelah selesai urusan rumah kami langsung ke dapur (umum). Rasanya senang sekali bisa membantu menyiapkan makanan,” ucapnya. Ia mengaku senang bisa membantu warga yang terdampak tsunami. Menurutnya kegembiraan relawan salah satunya muncul ketika mereka gotong royong memasak.

 “Alhamdulillah, warga merasa senang. Ada yang masih sakit tidak bisa bantu di dapur, mereka merasa terbantu. Setiap hari kami memasak,” pungkasnya.

Selain SMF, turut pula perwakilan Journalist For Humanity (JFH) Lampung yang ikut meninjau aktivitas dapur umum. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan