Dari Es Doger hingga Cilok, Ikhtiar Ikhsan Benahi Ekonomi Keluarga yang Anjlok

Setelah terkena PHK, Ikhsan menjual es doger dan cilok keliling. Ia pun harus pulang kampung ke Kebumen demi menghindari biaya hidup yang lebih mahal di Kota Bogor.

Ikhsan saat ditemui di depan rumahnya
Terkena PHK, Ikhsan menjual es doger dan cilok. (ACTNews)

ACTNews, KEBUMEN — Pandemi Covid-19 turut mendampak pekerjaan Ikhsan. Seorang karyawan usaha penatu di Bogor. Akibat terkena PHK, Ikhsan menjual es doger keliling. Namun, karena hasil berjualan es doger di Bogor tidak seimbang dengan kebutuhan biaya hidup keluarga, Ikhsan akhirnya pulang kampung ke Karangpoh, Kebumen, Jawa tengah. “Pulang kampung bersama keluarga untuk menghindari biaya hidup di perkotaan yang mahal,” kata Ikhsan saat ditemui di rumahnya di Kebumen, Senin (15/3/2021).

Setiba di kampung, Ikhsan kembali mencoba berdagang es doger, namun kondisi ekonomi tidak membaik. Tidak mau menyerah, Ikhsan mengganti usahanya menjadi berjualan cilok. Bermodalkan gerobak, ia menjajakan cilok keliling desa. “Sejauh ini, saya harus berkeliling lebih jauh dari biasanya,” ujar bapak satu anak ini. Ikhsan pun sangat berharap dapat meningkatkan produksi cilok. Namun keterbatasan dana menghambat keinginan tersebut. 

Mendukung Usaha Kecil Terdampak Pandemi

Melihat ribuan pengusaha mikro terdampak pandemi, Global Wakaf-ACT mengeluarkan bantuan modal bernama Wakaf Modal Usaha Indonesia. Melalui, wakaf para dermawan, para pengusaha mikro yang banyak didominasi pedagang skala kecil menerima dukungan modal sesuai kebutuhan.

Fatiya dari tim Global Wakaf-ACT menerangkan, saat ini sudah ada 1.746 pelaku usaha kecil yang terbantu. Jumlah tersebut semakin bertambah seiring kepercayaan wakif melalui Global Wakaf-ACT.  Global Wakaf-ACT pun mengajak para dermawan membantu pak Ikhsan. “Mari kita dukung usaha pak Ikhsan mengembangkan usahanya dengan bantuan modal. Wakaf terbaik dermawan dapat disampaikan melalui Indonesia Dermawan atau pun Global Wakaf-ACT,” kata Fatiya. []