Dari Gerobak Kayu Hingga Menyewa Kios, Perjalanan Usaha Tati Tak Berhenti

Tati Royati (44) memulai usaha aneka makanan dan katering dengan gerobak kayu yang ia letakkan di depan rumah\. Kini setelah usahanya erkembang, ia menyewa kios dan mendapatkan omzet yang lebih banyak dari sebelumnya.

Kios Tati yang berada di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Sekitar lima tahun lalu, Tati Royati (44), warga Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memulai usaha aneka makanan dan katering dengan gerobak kayu yang ia letakkan di depan rumah. Selain bermodalkan gerobak kayu, ia memasarkan usahanya dari rumah ke rumah dan dari mulut ke mulut.

Saat pandemi melanda, omzet pendapatan Tati berkurang. Modal usaha Tati pun habis, bisnisnya terseok-seok mengirit biaya. Suami Tati yang bekerja di sebuah perusahaan pun terkena PHK. Belum lagi, sebelum terkena PHK, Tati juga cukup banyak mengalokasikan biaya untuk dua kali operasi patah tulang sang suami. Tiga anaknya yang masih sekolah pun harus terus dipenuhi kebutuhannya, ditambah biaya kontrakan sebesar Rp 650 ribu per bulan.

Di tengah kesulitan itu, Tati dipertemukan dengan Tim Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia. Ia kemudian mendapatkan bantuan modal usaha tanpa bunga.


Pemasaran usaha Tati pun dilakukan dari mulut ke mulut. (ACTNews)

Rushan Novaly dari Tim Global Wakaf – ACT menjelaskan, selain modal, Tati juga mendapat pendampingan usaha. Ia memperbaiki usahanya hingga kini sudah bisa menyewa kios yang ia buka setiap hari dari pukul 07.00-16.00 dengan biaya sewa sebesar Rp 18 juta  per tahun. 

Saat awal pandemi, Tati sempat tidak mendapatkan pemasukan sama sekali sementara omzet yang didapatnya sebelum pandemi bisa mencapai RP 5-6 juta rupiah per bulan. Setelah mendapat bantuan modal usaha sekitar bulan September 2020, Tati memperbaiki usaha dan bisa meraup omzet sebesar Rp 15 juta dalam sebulan.


“Di luar sana, masih banyak para pelaku usaha mikro yang jatuh bahkan bangkrut akibat pandemi. Tapi kisah seperti Ibu Tati ini harus terus berlanjut. Mari estafetkan kebahagiaan bagi para pelaku usaha mikro yang membutuhkan bantuan modal bersama Global Wakaf – ACT dalam program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia dan jadilah perantara tersampaikannya kebaikan,” ajak Rushan.[]