Dari Lumbung Beras Wakaf untuk Saudara Prasejahtera

Melalui Lumbung Beras Wakaf (LBW) dari Global Wakaf - ACT sebanyak 10 ton beras per hari diproduksi. Beras-beras ini yang kemudian didistribusikan untuk program-program kemanusiaan ACT, salah satunya Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia (SKPI).

Penerima manfaat dari program SKPI di Tasikmalaya. (ACTNews/Rimayanti)

ACTNews, JAKARTA – Dalam peluncuran program Sahabat Keluarga Prasejahtera Indonesia (SKPI), ACT menargetkan pendistribusian beras kepada sebanyak 10.000 keluarga prasejahtera yang ada di DKI Jakarta. Bantuan beras ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam membantu kesulitan pangan yang dihadapi keluarga prasejahtera.

Kehadiran program tersebut tidak terlepas dari kontribusi masyarakat melalui Lumbung Beras Wakaf (LBW) dari Global Wakaf – ACT. Hal ini mengingat beras-beras yang disalurkan kepada penerima manfaat program SKPI adalah beras yang diolah dari LBW.


“Beras yang kita berikan kepada mereka yang prasejahtera adalah produk dari LBW. Jadi LBW adalah bentuk pengelolaan dari wakaf produktif yang diamanahkan kepada Global Wakaf,” kata Sri Eddy Kuncoro selaku Direktur Program ACT pada peluncuran awal program SKPI, Jumat (07/02) silam.

LBW mampu memproduksi 10 ton per harinya. Dengan kapasitas demikian, LBW yang terletak di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora tersebut mampu memberdayakan sekitar 40 warga lokal yang memproduksi beras di LBW, mulai dari pengeringan padi hingga pengemasan.


Anak-anak penerima manfaat beras dari program SKPI di Kota Duri, Riau. (ACTNews)

“Ada yang memberi wakaf tunai Rp5 ribu, ada yang Rp10 ribu, ada yang Rp100 ribu sampai Rp1 juta. Dana wakaf tersebut dikumpulkan, lalu satu LBW dibangun. Bisa dibilang ribuan wakif berkontribusi pada pendirian LBW ini,” ujar Sri Eddy atau yang akrab disapa Ikun, menjelaskan konsep dari wakaf produktif melalui LBW.

Demikian konsep wakaf produktif yang memberdayakan. Sehingga, wakaf akan membawa kemaslahatan lebih luas lagi di masyarakat dibandingkan wakaf-wakaf yang sebelumnya lebih lekat di masyarakat luas. Misalnya saja, wakaf tanah dan wakaf lahan pemakaman.

“Wakaf yang kami maksud bukan berupa masjid, tanah, pemakaman, tetapi lumbung-lumbung pangan dan air yang didanai oleh wakaf masyarakat sehingga lebih produktif. Mudah-mudahan dengan layanan seperti ini, maka akan meluas juga partisipasi sedekah dari umat untuk sesama,” terang Ikun.

Karli adalah salah satu warga yang merasakan maslahat LBW dan SKPI. Warga Kelurahan Semanan, Jakarta Barat ini amat bersyukur. Sehari-hari di usia senjanya ia masih harus berjualan sayur keliling. Dengan menerima bantuan beras, ia dapat menghemat pengeluaran untuk membeli beras. “Alhamdulillah bersyukur ini, semoga warga yang membutuhkan juga dapat menerima bantuan,” kata Karli.

Tidak hanya untuk program SKPI, LBW juga menjadi penyalur bagi beberapa program ACT lainnya yang berbasis pangan. Misalnya saja program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) dan Humanity Rice Truck. LBW bahkan sempat mengirimkan beras sebanyak 25 ton untuk warga prasejahtera di Natuna pada Januari 2020 ini. []