Dari Nasi Goreng Hingga Tukang Pijat, Usaha Rakhim Penuhi Modal Tani

Abdul Rakhim (51) menjalani berbagai usaha untuk menambah modal tanam untuk lahannya seluas 2.500 meter persegi. Ia pernah berjualan nasi goreng hingga menjadi tukang pijat.

Abdul Rakhim (51) petani Desa Tenggulunan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang berusaha memenuhi modal tanam dari berjualan nasi goreng. (ACTNews)

ACTNews, PASURUAN – Lebih dari 30 tahun Abdul Rakhim (51) menggarap sawahnya seluas 2.500 meter persegi. Menurut warga Desa Tenggulungan, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini, kondisi pertanian hari ini hanya memberikan sedikit keuntungan baginya. Paling tidak ia bisa menyimpan beras untuk makan hingga musim panen mendatang ditemani lauk-pauk seadanya.

Demi menambah kebutuhan rumah tangga, bapak dua anak ini juga berjualan nasi goreng. Usaha yang dibangunnya sejak 10 tahun silam itu menyumbangkan banyak pemasukan bagi keluarga Rakhim, termasuk memenuhi kebutuhan modal pertanian. Namun sejak pandemi Covid-19 melanda, dagangan nasi goreng Rakhim pun ikut terdampak.

Pembeli mulai jarang mampir ke warung Rakhim. Jika sebelum pandemi ia mampu menjual nasi goreng dari lima liter beras per hari, selama pandemi, satu liter beras yang disiapkannya pun tidak habis dan selalu berakhir menjadi makanan ternak. Belakangan ia memutuskan untuk menutup usaha nasi gorengnya.

Rakhim tidak putus asa. Ia tetap ulet mencari rezeki lain di luar lahan. Keterampilan memijat yang beliau pelajari dari orang tuanya menjadi pembuka pintu rezeki baru bagi beliau dan keluarganya. Banyak orang yang sudah menjadi langganan pijatnya.

Nek ada wong minta pijat, saya ndak ada tarifnya, mas. Dikasih ya alhamdulillah, ndak dikasih ya ndak apa-apa," ungkap Rakhim tersenyum saat ditemui tim Aksi Cepat tanggap pertengahan Februari lalu. Dalam seminggu Rakhim mengaku bisa mendapatkan panggilan memijat rata-rata 10 orang. Penghasilan memijat ia gunakan sebagai tambahan modal usaha tani. Ikhtiar itu ia lakukan agar tidak meminjam ke rentenir. 


Wakaf Sawah Produktif saat ini menjadi salah satu motor dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional (ACTNews)

Rasa syukur bertambah manakala Global Wakaf-ACT memberikan bantuan kepada Rakhim melalui program Wakaf Sawah Produktif. Ia mengaku, program ini sangat membantunya karena dapat memenuhi modal bertani.

“Tinggal biaya-biaya tenaga kerja tambahan yang harus dikeluarkan. Merasa terbantu sekali jika Global Wakaf-ACT juga bisa membeli gabah di atas harga tengkulak. Lengkap sudah kebahagiaan para petani,” pungkas Rakhim.

Wakaf Sawah Produktif saat ini menjadi salah satu motor dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional, yang bertujuan membentuk kedaulatan pangan negeri. Wakaf Sawah Produktif adalah hulu dari gerakan ini. Sehingga, selain memberdayakan petani sebagai produsen pangan, hasilnya juga dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.[]