Dari Warung Kecil, Julaeha Menyambung Hidup Keluarga

Warung kecil dengan barang dagangan yang tak begitu banyak menjadi penopang ekonomi keluarga Julaeha. Penghasilan yang didapat digunakan untuk menyambung kehidupan.

Warung kecil milik Julaeha
Julaeha saat ditemui tim Global Wakaf-ACT di depan warungnya di Karawang, Jawa Barat. (ACTNews)

ACTNews, KARAWANG  Dua tahun ditinggal suami bekerja sebagai tenaga kerja di Malaysia, tak membuat perekonomian Julaeha, warga Desa Sindangmukti, Kecamatan Kutawaluya, Karawang kian membaik. Selama bekerja di Malaysia, suaminya tak pernah mengirimkan uang hasil kerjanya untuk keluarga. Padahal di Indonesia, Julaeha masih harus menghidupi dua anaknya. Maka dari itu, perempuan 45 tahun itu harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Sebuah warung kecil di depan tempat pengajian di desa tempat Julaeha tinggal merupakan sumber penghasilannya. Sudah 30 tahun jualan itu ia rintis, sayang hasilnya tak seberapa.  Namun begitu, adanya warung tersebut sangatlah penting karena sebagai penopang ekonomi keluarga.

“Biasanya saya buka warung jam 1 siang sampai 4 sore, dapat uangnya 200 ribu (rupiah) kalau kondisi normal,” ungkap Julaeha, Jumat (19/2/2021).

Akan tetapi, saat ini kondisi jualan Jualeha tengah mengalami kesulitan. Sejak pandemi Covid-19 melanda seluruh penjuru Nusantara, dagangannya sepi pembeli. Pendapatan yang sebelumnya Rp200 ribu per hari, kini anjlok hingga setengahnya. Dampaknya, dagangan Julaeha kini juga tak lagi variatif, dan ekonominya terpengaruh besar.

Selain berjualan, Julaeha merupakan seorang guru mengaji. Keikhlasan menjadi kunci utama ia mengajar. Hal tersebut karena dari mengajar mengaji, Julaeha hanya mendapatkan upah ratusan ribu saja per bulannya.

“Pengaruh pandemi sangat besar untuk ekonomi keluarga dan hasil jualan,” ungkap Julaeha.

Dukungan modal

Pada pertengahan Februari lalu, Global Wakaf-ACT berkesempatan bertemu dengan Julaeha di warung kecilnya di Karawang. Di sana, tak hanya sekadar silaturahmi saja yang tersambung, melainkan pendampingan yang bakal Global Wakaf berikan pada usaha Julaeha beserta modal usaha. Melalui program Wakaf Modal Usaha  Mikro Indonesia, pelaku usaha kecil dan mikro seperti Julaeha mendapatkan pendampingan.

Fathiyah Azizah dari tim Global Wakaf-ACT mengatakan, modal yang diserahkan ke Julaeha merupakan dana wakaf yang masyarakat salurkan melalui Global Wakaf-ACT. Nantinya, nilai pokok wakaf akan tetap utuh, sedangkan pelaku usaha tidak dibebani bunga pada bantuan modal yang didapatkannya.

“Bantuan modal usaha ini merupakan ikhtiar Global Wakaf-ACT mendampingi pelaku usaha, khususnya mereka yang terdampak pandemi Covid-19,” jelasnya, Kamis (25/2/2021).

Selain Julaeha, Global Wakaf-ACT juga tengah menyalurkan bantuan modal serupa ke pelaku usaha yang menjadi korban gempa bumi di Mamuju dan Majene. Pemberian dan pendampingan ini dilakukan agar pemulihan ekonomi pascabencana segera tercapai.[]