Dari Yogyakarta, Truk Kemanusiaan Etape Ketiga Diberangkatkan ke Palu

Dari Yogyakarta, Truk Kemanusiaan Etape Ketiga Diberangkatkan ke Palu

ACTNews, YOGYAKARTA - Semangat masyarakat Yogyakarta untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah masih membumbung tinggi. Berbagai jenis bantuan terus disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap DIY. bantuan dari masyarakat Yogyakarta ini pun kembali diberangkatkan menuju Palu.

Jumat (26/10), ACT DIY bekerja sama dengan SKH Kedaulatan Rakyat memberangkatkan lima truk bantuan kemanusiaan di kantor redaksi Kedaulatan Rakyat Jalan Jl. P. Mangkubumi No. 40 - 46 Yogyakarta. Pemberangkatan bantuan kali ini merupakan pemberangkatan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, 12 truk bantuan telah lebih dulu dikirimkan secara bertahap, yakni pada 5 dan 12 Oktober lalu.

 

Acara ini dilepas langsung oleh Dirut Kedaulatan Rakyat dr. Gun Nugroho Samawi dan Kepala Cabang ACT DIY Agus Budi Hariyadi. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan rasa syukurnya atas keberangkatan truk kemanusiaan etape ketiga ini.

“Alhamdulillah ACT DIY bersama SKH Kedaulatan Rakyat kembali memberangkatkan truk kemanusiaan untuk Palu, Sigi, Donggala. Bantuan ini selanjutnya akan dilayarkan dengan Kapal Kemanusiaan dari Surabaya menuju Palu,” ujar Agus.

Kapal Kemanusiaan lepas sauh dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu (27/10). Kapal membawa 500 ton bantuan dari berbagai wilayah di Jawa seperti Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Kapal diperkirakan tiba di Palu pada Selasa (30/10).

 

Terkait pemberangkatan bantuan dari Yogyakarta, Agus mengatakan pihaknya akan terus memberangkatkan truk bantuan kemanusiaan hingga masa pemulihan. Ia juga mengajak masyarakat Yogyakarta untuk senantiasa mendampingi korban bencana di Sulawesi Tengah hingga mereka pulih.

“Kami mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat DIY untuk terus membersamai saudara-saudara kita di Palu, Sigi, Donggala sampai fase pemulihan berakhir. Kita ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat di sana bahwa kebutuhan logistik kita jamin, sehingga mereka perlahan bisa membangun kembali kehidupannya,” pungkas Agus. []

Tag

Belum ada tag sama sekali