Dedikasi dan Penghargaan Yusup dalam Pendidikan

Sebagai guru honorer, Hadi Yusup harus menempuh jarak 30,2 kilometer untuk mengajar.

guru hadi yusup
Yusup (kanan) saat menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, SUBANG – Jarak antara rumah Hadi Yusup di Desa Sukaluyu, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang ke sekolah tempatnya mengajar di Pabuaran sekitar 30,2 kilometer. Ia bolak-balik menggunakan sepeda motor selama 1 jam sekali perjalanan.

Hadi Yusup merupakan seorang guru honorer salah satu yayasan pendidikan. Pekerjaan ini ia tekuni selama 13 tahun. Sekolah memberi gaji kepada Yusup sebesar Rp500 ribu per bulan. 

“Kalau lagi libur mengajar, saya jualan dan kerja apa saja. Untuk menambah pemasukan dan biaya hidup. Kalau mengandalkan gaji belum cukup,” kata Yusup kepada tim ACT Subang saat bersilaturahmi ke kediamannya, Selasa (14/9/2021). 

Meski gaji yang diterimanya pas-pasan, Yusup mengaku akan tetap menjalani profesinya tersebut. Baginya, dunia pendidikan tidak seperti dunia usaha tempat mencari keuntungan. “Dunia pendidikan semata-mata untuk membentuk siswa berkarakter untuk masa depan,” jelasnya. 

Sarah Yusra dari tim ACT Subang menjelaskan, banyak guru-guru berdedikasi namun gaji yang ia terima masih jauh dari layak. Meski begitu, mereka tetap teguh menjalani profesinya. “Ini patut diapresiasi,” kata Sarah usai memberikan bantuan biaya hidup untuk Yusup.[]