Deklarasi Gerakan Nasional Indonesia Dermawan

Dalam Deklarasi Nasional Gerakan Indonesia Dermawan, Global Islamic Philanthrophy mengajak masyarakat Indonesia menjadi pelopor kedermawanan dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan.

Deklarasi Gerakan Nasional Indonesia Dermawan' photo

ACTNews, JAKARTA – Gerakan Nasional Indonesia Dermawan (GNID) dideklarasikan di Jakarta, Selasa (10/9). Kegiatan itu diinisiasi oleh Global Islamic Philanthrophy yang menjadi induk yayasan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dalam deklarasi GNID, ada tiga poin yang dinyatakan.

Poin-poin yang diutarakan yaitu: (1) menjadikan Indonesia Dermawan pelopor gerakan nasional yang siap berkontribusi aktif menyelesaikan permasalahan kemanusiaan serta mengedepankan kepentingan bangsa dan negara; (2) mengusulkan dan meminta pemerintah untuk menetapkan tanggal 10 September sebagai hari Indonesia Dermawan nasiobal; (3) mengajak semua rakyat Indonesia bersatu, melanjutkan dan menggerakan nilai-nilai luhur kedermawanan dalam semua aspek kehidupan bangsa melalui aksi-aksi kedermawanan, kapan pun dan di mana pun.

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengungkapkan, GNID muncul sebagai kesadaran akan jati diri bangsa Indonesia yang dermawan. “Bangsa ini sudah membuktikan rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemanusiaan,” kata Ibnu.


Menurut Ibnu, kedermawanan Indonesia harus diorganisir dengan baik dalam naungan filantropi. “Aksi Cepat Tanggap percaya filantropi dapat menjadi solusi masalah kemanusiaan,” lanjutnya.

Presiden Global Islamic Philantrophy Ahyudin menyatakan kedermawanan kian menyatu pada jati diri masyarakat Indonesia. “Setidaknya, ini yang kami rasakan selama empat belas tahun perjalanan ACT. Kedermawanan menemukan momentumnya ketika terjadi bencana atau ketika hati tergugah untuk membantu saudara yang membutuhkan. Anak bangsa berkolaborasi dalam semangat filantropi, menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan. Kami pun terus berikhtiar menghimpun kesadaran filantropi dari masyarakat dermawan agar semangat gotong-royong dan kepedulian muncul tanpa menunggu momentum,” ungkapnya.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam deklarasi GNID, antara lain perwakilan pemerintah DKI Jakarta, walikota Padang, tokoh agama, media, selebriti, dan sejumlah LSM.[]

Bagikan