Delapan Tahun Berdiri, LTW Tasikmalaya Luaskan Maslahat

Berdiri sejak 2011, Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya terus berkembang dan membawa manfaat untuk warga sekitar.

Delapan Tahun Berdiri, LTW Tasikmalaya Luaskan Maslahat' photo

ACTNews, TASIKMALAYA - Di atas lahan seluas sekitar satu hektare tersebut, berdiri puluhan kandang yang di dalamnya berisi ribuan ternak. Lahan tersebut merupakan kawasan Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf yang sudah delapan tahun berdiri di Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya.
“Alhamdulillah sampai saat ini kambing yang ada di kandang pembibitan (breeding) sudah mencapai 3.000 ekor. Sementara di kandang penggemukannya (fattening) ada 1.200 kambing yang siap dipotong. Lalu anakan dari hasil breeding ada sekitar 400 ekor. Jumlahnya ada sekitar 4.600 ekor,” jelas Rosman dari tim koordinator LTW Tasikmalaya, Selasa (30/7). Ternak-ternak dari LTW ini biasanya dipasok untuk kebutuhan pekurban Global Qurban pada Iduladha setiap tahunnya.

Seiring berjalannya waktu, LTW Tasikmalaya juga semakin berkembang setiap tahunnya. Tahun lalu Rosman mengatakan, karyawan LTW berjumlah 38 orang, dan tahun ini bertambah lagi menjadi 54 pekerja. Penyerapan tenaga kerja tersebut tidak terlepas dari perkembangan ternak itu sendiri.
“Dari tahun ke tahun peningkatannya memang signifikan. Tahun kemarin jumlah indukan hanya 1.000 ekor, tahun ini mencapai 3.000 ekor. Kalau fattening-nya, tahun kemarin kita ada 1.100 ekor, tahun ini kita ada 1.200 ekor kambing,” jelas Rosman.




Tidak hanya ternak berupa kambing, awal tahun lalu LTW Tasikmalaya juga telah memulai untuk beternak sapi. Saat ini ada 34 sapi di LTW Tasikmalaya. Peruntukan sapi-sapi ini, kata Rosman, adalah mayoritas untuk sapi potong kurban, sementara 3 sisanya untuk memproduksi susu yang akan diberikan kepada anakan kambing.
Untuk kebutuhan pakan ternak-ternak ini, LTW Tasikmalaya juga memiliki kebun odot sendiri yang dikelola di beberapa titik di Kecamatan Culamega. Rosman memperkirakan lahan untuk memproduksi pakan ternak tersebut kini seluas 22 hektare.

“Setiap tahunnya luas lahan bertambah untuk memenuhi pakan-pakan ternak setiap harinya. Tahun lalu itu lahan yang ada hanya 14 hektare, sekarang alhamdulillah lahannya sudah seluas 22 hektare. Sekitar 18 hektare itu sudah bisa menghasilkan rumput odot untuk pakan, sementara 4 hektare masih kita garap sampai sekarang,” jelas Rosman.
Dari pengelolaan lahan odot ini, LTW Tasikmalaya bisa memberdayakan puluhan masyarakat sebagai pekerja lepas yang ditugaskan untuk mencari odot.



Ke depannya, Rosman mengharapkan LTW ini dapat lebih banyak lagi hadir di daerah-daerah lain agar maslahatnya tidak hanya menyapa masyarakat Desa Cintabodas saja. Hal tersebut tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang meminta LTW serupa hadir di daerah mereka.
“Banyak masyarakat yang memang setelah datang ke sini, mereka bilang, ‘Bisa tidak Kang Rosman, kalau ekspansi di daerah kami? Karena masyarakat kami banyak yang membutuhkan lapangan pekerjaan.’ Jadi harapan kami mudah-mudahan LTW serupa juga bisa hadir di banyak wilayah lainnya di Indonesia,” pungkas Rosman. []