Demam Berdarah Ancam Anak-anak Rohingya di Cox’s Bazar

Musim hujan mengancam 1,2 juta pengungsi Rohingya di Bangladesh. Bukan hanya karena banjir, namun juga peningkatan kasus penyakit demam berdarah.

demam berdaraah rohingya
Anak-anak Rohingya di Cox’s Bazar (ACTNews)

ACTNews, COX’S BAZAR – Departemen Meteorologi Bangladesh memperkirakan dalam beberapa waktu ke depan hujan petir disertai angin kencang akan terjadi di beberapa wilayah Bangladesh, termasuk Cox's Bazar. Otoritas Bangladesh pun telah menyarankan pemasangan tiang sinyal peringatan badai di Cox’s Bazar.

Selain bahaya langsung dari badai, ancaman lainnya yang harus dihadapi para pengungsi Rohingya adalah peningkatan kasus demam berdarah. Musim hujan akan menciptakan genangan air yang menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti–pembawa virus dengue.

Kamp pengungsian yang padat dengan sanitasi yang tidak layak memberikan ruang bagi nyamuk untuk berkembang biak. Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT menjelaskan, demam berdarah telah menjadi wabah mengerikan bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh ketika musim hujan tiba.

"Pada 2019 misalnya, ada ratusan kasus demam berdarah yang menjangkit para pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar.Banyak kasus dialami anak-anak," jelas Firdaus, Kamis (9/12/2021). Ia menambahkan, kasus tahun ini bisa saja lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Firdaus pun mengajak para dermawan untuk bantu mencegah potensi peningkatan kasus demam berdarah.

"Salah satunya dengan menghadirkan akses air bersih dan sanitasi yang layak di sana. Lewat program Sumur Wakaf, bersama kita hadirkan solusi atas kebutuhan air bersih pengungsi. Insyaallah, jika kebersihan pengungsi terjaga, maka mampu meredam penyebaran penyakit di sana," pungkasnya.[]