Dengan Gerobak Wakaf, Herman Berencana Kembangkan Usahanya

Dagangan jus yang dijalani Herman (38) ikut terdampak pandemi, karena itu ia ingin mengembangkan usahanya menjadi berjualan nasi bungkus. Namun modal menjadi kendala untuk mewujudkan keinginan ini.

bantuan modal jombang
Selain menafkahi keluarga, Herman (tengah) kini memiliki tanggungan pengobatan orang tuanya yang sakit. (ACTNews)

ACTNews, JOMBANG – Herman (38) akhirnya bisa mewujudkan keinginannya untuk berdagang nasi bungkus. Selama ini ia ingin memiliki gerobak yang cukup besar menjalankan usaha itu, tetapi masih terkendala oleh modal. Keinginan Herman itu terwujud ketika Globak Wakaf-ACT memberikan satu unit Gerobak Wakaf kepada Herman melalui program Wakaf Usaha Produktif.

Sebelum ini, Herman merupakan pedagang jus yang berjualan di Desa Plandi, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Tetapi di masa pandemi ini, dagangan jus Herman ikut terdampak dan mengalami penurunan penjualan.

Dari sekali berjualan, ia memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp30 ribu sampai Rp50 ribu. “Tanggungan saya saat ini dua orang anak, seorang istri, sama orang tua yang sedang sakit,” ujar Herman ketika ditemui pada Kamis (7/10/2021) kemarin.


Herman betul-betul membutuhkan penghasilan lebih untuk memenuhi kebutuhan ini, sampai-sampai harus bekerja ekstra. ”Akhirnya saya keliling ke skolah-sekolah atau toko-toko yang masih buka untuk menawarkan dagangan saya. Kadang enggak habis juga, sampai saya kasih ke orang-orang di pinggir jalan,” kata Herman.

Karena hal inilah Herman berpikir untuk meningkatkan usahanya dengan menjual makanan. Herman bersyukur dan berharap dengan bantuan Gerobak Wakaf dari program Wakaf Usaha Produktif ini, bisa mendukung usahanya supaya lebih berkembang lagi.

“Semoga dengan adanya bantuan Gerobak Wakaf ini saya bisa lebih leluasa untuk berdagang dan menambah pendapatan untuk menafkahi dan membantu orang tua saya. Semoga juga para donatur yang sudah rela mewakafkan rezekinya untuk saya, diberikan kesehatan dan keberkahan,” harap Herman. []