Dengan Sepeda, Mereka Berkeliling Mencari Nafkah

Ketiga laki-laki ini terus berjuang mencari nafkah meski usia yang sudah tak lagi muda. Bahkan mereka berkeliling menggunakan sepeda.

bapak-bapak tangguh
Rivai Ishak, warga Sukabumi penjual donat keliling dengan sepeda. (ACTNews)

ACTNews, SIDOARJO, SUKABUMI, PATI – Setiap hari Suryo (70), warga Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. mengayuh sepeda, mencari orang yang ingin memakai jasanya sebagai tukang servis alat-alat elektronik. 

“Keliling di Sidoarjo sampai paling jauh ke Pasuruan. Pulang ke rumah enggak tentu, kalau sudah dapat duit pulang. Capek istirahatnya di masjid atau tempat-tempat umum,” kata Suryo, mengawali cerita.

Dalam sehari, Suryo juga belum tentu mendapat pelanggan. Pernah dalam dua hari keliling hanya mendapat satu pelanggan dengan upah Rp50 ribu. “Waktu itu betulin radio rusak,” ujar ayah empat anak itu.  

Mencari nafkah dengan sepeda juga dilakoni Rivai Ishak (88) di Sukabumi, Jawa Barat. Setiap hari pukul 16.00-18.00 WIB, Rivai berkeliling menjual donat dan molen.  



Suryo saat berkeliling mencari pelanggan. (ACTNews)

“Bawa 6-12 kantong donat dan molen. Untungnya Rp 20.000 sampai 35.000 per hari,” kata Rivai.

Muchlis dari tim ACT Kabupaten Sukabumi mengatakan, kondisi kesehatan Rivai sudah menurun karena faktor usia. Namun semangatnya untuk mencari nafkah tinggi. 

“Saat ini, abah Rivai tinggal sendirian di rumah tidak layak huni yang berdiri di atas tanah PT KAI. Kondisi rumahnya juga memprihatinkan, kamar tidur menjadi satu dengan dapur, juga tidak memiliki toilet, beliau mengandalkan toilet yang ada di masjid,” ujar Muchlis, Selasa (22/2/2022). 

Sementara itu, di Desa Margoyoso, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah Jalil (70) setiap hari menjual martabak keliling menggunakan sepeda. Pekerjaan ini ia tekuni karena usia dan kondisi fisiknya sudah tak kuat menjadi buruh tani.