Derita Iktiosis Lamelar, Widodo Butuh Uluran Tangan Dermawan

Widodo membutuhkan pengobatan secara intensif dan menjalani operasi untuk sembuhkan ia dari penyakit iktiosis lamelar. Jika hal ini urung dilakukan, Widodo kemungkinan besar mengalami kebutaan dan kelumpuhan permanen.

ACTNews, PADANG - Sejak lahir, Widodo (12) telah menderita iktiosis lamelar, gangguan pembentukan keratin pada kulit sehingga permukaan kulit menjadi sangat kering dan berskuama (bersisik). Kondisi kulit Widodo yang kering dan bersisik membuatnya kerap mengalami luka. Bahkan, penyakit ini kian menjalar hingga ke bagian mata sehingga sulit bagi Widodo untuk melihat.

Aan Saputra dari Tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT Sumatra Barat mengatakan, kedua orang tua Widodo terus berusaha menyembuhkan penyakit anaknya sejak dini. Widodo beberapa kali menjalani pengobatan di dokter kampung hingga dokter spesialis kulit.

"Sejak lahir Widodo sudah diobati hingga kemudian ayahnya meninggal dunia. Di usia 12 tahun dia sudah tidak bisa beraktivitas normal seperti anak seusianya karena kulit terlalu kering dan sering luka. Kondisi kesehatan yang memburuk ini membuat Widodo terpaksa berhenti sekolah," jelas Aan, Kamis (1/8).

Keluarga Widodo tinggal di daerah perbatasan Sumbar dan Bengkulu, tepatnya di Desa Talang Sakti, Kecamatan V Koto, Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu. Ibu dan ayah angkatnya hanya bekerja sebagai petani. Meskipun demikian, mereka terus memperjuangkan kesembuhan Widodo dengan membawanya berobat ke RS M Djamil Padang, 12 jam perjalanan dari rumah mereka.


Widodo membutuhkan pengobatan secara intensif dan menjalani operasi. Jika hal ini urung dilakukan, Widodo kemungkinan besar mengalami kebutaan dan kelumpuhan permanen. 

"Keluarganya juga belum menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Untuk ini, kami sudah bantu urus dan insyaallah segera rampung," lanjut Aan.

ACT Sumbar mengajak masyarakat Untuk membantu proses kesembuhan Widodo melalui penggalangan donasi. "Kami sudah kumpulkan donasi untuk membantunya sejak bulan ini melalui laman https://www.kitabisa.com/bantuwidodosekolah, " kata Aan.

Donasi yang dihimpun ACT melalui kitabisa.com saat ini sudah terkumpul Rp 361 juta rupiah. Donasi dari masyarakat akan digunakan untuk pengobatan, pendampingan kesehatan, pemulihan, serta biaya sekolah Widodo. Tidak hanya itu, bantuan yang terkumpul juga akan digunakan untuk pendampingan ekonomi orang tua Widodo. []