Derma di Awal Ramadan Lipur Lara Rohingya

Bertahun-tahun setelah eksodus 2017 lalu, Ramadan tetap disyukuri pengungsi Rohingya walau dengan kesederhanaan.

Derma di Awal Ramadan Lipur Lara Rohingya' photo
Pengungsi Rohingya di kamp pengusian Cox’s Bazar menerima bantuan pangan Ramadan. Sebagian besar pengungsir Rohingya mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (ACTNews)

ACTNews, COX’S BAZAR, CHITTAGONG – Kamp pengungsi Rohingya yang sesak tidak menyurutkan rasa syukur Mobul Ahmad (75). Laki-laki paruh baya itu turut dalam eksodus pengungsi dari Myanmar pada 2017 lalu. Tahun ini menjadi tahun ketiga Ahmad menjalankan ibadah Ramadan di kamp pengungsian Cox’s Bazar, Bangladesh.

“Saya sangat senang dengan kehadiran paket makanan ini. Masih ada saudara yang mau peduli. Terima kasih ACT dan Imtiyaaz,” kata Ahmad saat menerima bantuan paket pangan, Kamis (23/4).

Kamis itu merupakan hari pertama pendistribusian paket pangan Ramadan oleh Aksi Cepat Tanggap dan Imtiyaaz Services PTE LTD, perusahaan asal Singapura. Pada 23-27 April itu paket Ramadan menjangkau 4.370 kepala keluarga dan mendatang akan mendistribukan 8100 paket iftar.

Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response (GHR) – ACT menjelaskan, pengungsi Rohingya penerima bantuan kali ini berasal dari Patiya di Chittagong, Kutupalong, Balukhali, dan Thaingkhali. “Sebanyak 1.370 kepala keluarga di Chittagong dan masing-masing seribu kepala keluarga di Kutupalong, Balukhali, dan Thaingkhali,” jelas Firdaus.


Paket Ramadan kolaborasi ACT dan Imtiyaaz Service PLE LTD menjangkau lebih dari 4000 penerima manfaat di kamp pengungsian Rohingya. (ACTNews)

Sementara itu, Pengarah Operasi Imtiyaaz Services PLE LTD Abdul Aziz Bin MD Yunus mengatakan, Imtiyaaz Services senantiasa membantu para pengungsi Rohingya. “Hingga saat ini, belum ada solusi pasti bagi pengungsi Rohingya, sebab itu, kami terus berikhtiar membantu mereka,” jelas Abdul Aziz. Kolaborasi dengan Imtiyaaz Services PLE LTD juga pernah terjalin saat penanganan banjir dan longsor di Lebak dan Bogor. Imtiyaaz Service PLE LTD juga berperan dalam penyerahan paket pangan tepian negeri di Alor, Nusa Tenggara Timur.

“Dengan kinerja ACT yang baik dan efektif dalam mengimplimentasikan projek-projek kemanusiaan, Imtiyaaz Services tidak pernah ragu untuk berkolaborasi bersama ACT. Setiap aksi didokumentasikan dan dikomunikasikan dengan baik sehingga memudahkan proses kolaborasi antara kami,” tambah Abdul Aziz.

Pengungsi Rohingya di sejumlah kamp pengungsian di Bangladesh menjalani Ramadan dengan kesederhanaan. Pangan dari bantuan kemanusiaan menjadi andalan. Belum lagi, wilayah Cox’s Bazar turut mengalami karantina oleh pemerintah Bangladesh karena Covid-19.

Pemerintah Bangladesh melalui Komisaris Pengungsi dan Pemulihan Korban Bangladesh (RRRC) memberlakukan karantina wilayah penuh terhadap Distrik Cox’s Bazar pada akhir Maret lalu. Cox’s Bazar merupakan distrik tempat ratusan ribu pengungsi Rohingya. Bangladesh menutup 34 permukiman di pengungsian Rohingya di Distrik Cox's Bazar. []


Bagikan

Terpopuler