Dermawan Berqurban: Semangat Meraih Takwa dan Bahagiakan Dunia

Peluncuran "Dermawan Berqurban" disertai tur peternakan dengan melibatkan berbagai pihak seperti media, mitra, donatur, komunitas, korporasi, dan publik figur untuk melihat cara Global Qurban mengelola hewan kurban.

Dermawan Berqurban: Semangat Meraih Takwa dan Bahagiakan Dunia' photo

ACTNews, BLORA - Menyambut Hari Raya Iduladha 2019, Global Qurban mengajak muslim sedunia untuk meluaskan kebahagiaan kurban dengan mengakselerasikan kedermawanan. Tidak hanya untuk meraih takwa melalui ibadah kurban, tetapi juga berbagi kepada sesama. Kamis (11/7), Global Qurban resmi meluncurkan program dengan mengangkat tema “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia.” 

Rangkaian acara peluncuran program yang dilaksanakan di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Desa Sambong, Kecamatan Cepu, Blora, pun dibawa dengan nuansa berbeda. Peluncuran "Dermawan Berqurban" disertai tur peternakan dengan melibatkan berbagai pihak seperti media, mitra, donatur, komunitas, korporasi, dan publik figur untuk melihat cara Global Qurban mengelola hewan kurban. 

“Kami mengajak sahabat-sahabat dermawan semua untuk merasakan langsung pengalaman sebelum dan saat berkurban. Ikut terjun mengetahui setiap proses persiapan implementasi kurban, melihat kualitas ternak dan kesiapan Global Qurban untuk meluaskan manfaat dari ibadah yang sangat dianjurkan,” kata Presiden Global Qurban Hafit T. Mas’ud. 


Ia menambahkan, di dalam pengelolaan Global Qurban juga terdapat filantropi Islam berbentuk wakaf sebagai penggerak utamanya. Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang menginisiasi Global Qurban, juga menginisiasi Global Wakaf Foundation, sebagai lembaga yang khusus mengelola filantropi dan kebermanfaatan wakaf. 

“Salah satu program karya terbesar Global Wakaf Foundation ialah Kawasan Wakaf Terpadu Blora, yang di dalamnya terdapat Lumbung Ternak Wakaf (LTW) sebagai pengelola implementasi wakaf dalam penyediaan hewan kurban. LTW melibatkan para peternak dan petani daerah untuk menyiapkan stok hewan kurban dengan pola pemberdayaan yang menyejahterakan. Sehingga, roda ekonomi masyarakat terus bergerak,” terang Hafit. 

Tak hanya menggerakkan roda ekonomi masyarakat yang berada di lingkungan Kawasan Wakaf Terpadu, tetapi maslahat kurban juga bisa dirasakan bagi para pekurban dan penerima nantinya. Bagi para pekurban, harga hewan kurban bisa jadi lebih terjangkau karena seluruh pengelolaannya dilakukan sendiri, langsung oleh para peternak profesional. 


“Semakin banyak pekurban, maka semakin banyak pula penerima kurban yang bakal merasakan nikmat daging kurban sekaligus kebahagiaan Hari Raya Iduladha. Di sini, maslahat kurban hadir untuk para penerima kurban. Sebab, masih banyak umat yang ternyata jarang atau bahkan tidak pernah merasakan daging kurban,” ungkap Hafit. 

Misalnya, saat implementasi kurban Global Qurban 2018 di Desa Nanggela, Tana Toraja. Masyarakat Desa Nanggela mengaku sudah 50 tahun tidak merasakan daging kurban. Sehingga, menurut Hafit, pemotongan hewan kurban dari Global Qurban merupakan pengalaman pertama bagi masyarakat Desa Nanggela saat merayakan Lebaran Kurban. Tak hanya di Indonesia,  Global Qurban juga menjangkau Somalia, negara yang memiliki angka kemiskinan sebesar 82%. 

“Dari cerita pengalaman di berbagai wilayah yang dijangkau program kami, ibadah kurban bukan sekadar aktivitas penyembelihan hewan. Lebih dari itu, kurban memiliki dimensi aktivitas ritual ibadah, syiar dakwah Islamiyah, kebermanfaatan sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam menyediakan dan mendistribusikan hewan kurban,” tambah Hafit. 


Imam Akbari selaku Presiden Global Wakaf mengungkapkan, Lumbung Ternak Wakaf (LTW) sendiri juga secara optimal mampu membawa kehidupan masyarakat sekitar ke arah yang lebih baik. LTW juga terus menjaga persediaan hewan kurban untuk pekurban Global Qurban, sekaligus memastikan hewan kurban yang akan disembelih sesuai dengan syariah Islam.  

“Sehingga Global Qurban pun terus berkomitmen untuk meluaskan maslahat kurban. Melalui berbagai macam program inovatif, Global Qurban juga berupaya untuk terus menghadirkan lebih banyak kemudahan dalam berkurban agar momen perayaan Iduladha bisa menjadi sarana elaborasi persaudaraan yang baik antara pekurban dan penerima daging kurban,” jelas Imam. 

Sejalan dengan itu, Vice President ACT Ibnu Khajar menambahkan, program “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” hadir karena ACT meyakini mayoritas masyarakat Indonesia memiliki jiwa dermawan.  Kata Ibnu, pilihan program dari Global Qurban sejatinya dapat meringankan para dermawan menunaikan ibadah kurban. Tuntutan dan perkembangan zaman dalam menghadirkan kemudahan bertransaksi menjadi ikhtiar utama, seperti melalui marketplace, crowdfunding, dan situs globalqurban.com. 

“Insya Allah di tahun ini, kami niatkan untuk menyalurkan 100.000 kurban setara kambing yang akan kembali menyasar 34 provinsi di Indonesia dan menjangkau 50 negara. Serta menyapa 7.500.000 penerima manfaat warga prasejahtera, wilayah konflik, dan bencana. Setiap elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah kurban, sekaligus menebarkan kebaikan. Insya Allah, pahala kurbannya dapat, pahala wakafnya juga mengalir terus-menerus dan berkelanjutan,” pungkas Ibnu. []

Bagikan