Di Tengah Kesulitan, Petani di Tanah Bumbu Sedekahkan Hasil Panennya

Sepinya pembeli berpengaruh pada pendapatan Yansah, petani sayur di Tanah Bumbu. Walau begitu, kedermawanan tak berhenti pada dirinya. Di pertengahan Agustus yang juga masih dalam suasana hari kemerdekaan, Yansah menyedekahkan hasil panennya untuk memenuhi rak sedekah pangan.

Yansah sedang berada di lahan sewaannya yang ia gunakan untuk bercocok tanam. (ACTNews)

ACTNews, TANAH BUMBU Ada banyak cara digunakan untuk bisa peduli ke sesama saat pandemi ini. Seperti yang dilakukan petani sayur yang berasal dari Tanah Bumbu. Abah Yansah (39) namanya. Selasa (18/8), ia menitipkan sekarung sayur-mayur hasil bercocok tanamnya ke relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) untuk dikirim ke Posko Wilayah Lumbung Sedekah Pangan di Banjarmasin. Sedekah pangannya ini untuk memenuhi Lumbung Sedekah Pangan di wilayah Banjarmasin.

Sedekah sayuran diakui Yansah tindakan yang spontan. Di tengah kondisi penjualan sayur yang sangat sepi pembeli, Yansah memberanikan diri untuk bersedekah hasil taninya melalui Lumbung Sedekah Pangan yang diinisiasi ACT Kalimantan Selatan. Ia mengetahui ada Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan dari salah satu relawan MRI Kalimantan Selatan, Deni.

Kala itu, Yansah tengah meminta tolong untuk mempromosikan sayur-mayurnya di media sosial. "Den, bantui jualin sayurku lah?" ujar Yansah kepada Deni. Saat membantu menjual dagangan Yansah, Deni pun mengajak Yansah untuk ikut dalam Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan.

"Alhamdulillah Abah Yansah langsung bersedekah sekarung sayur, yang langsung kami bawa ke Lumbung Sedekah Pangan wilayah Banjarmasin. Dan Allah itu Maha Pemurah. Selang tak berapa lama, promosi sayur Abah Yansah dibanjiri orderan. Total ada dua baris sayur yang ditanam Abah Yansah ludes laku terjual," terang Deni.

Yansah amat mensyukuri larisnya sayur-mayur yang ia jual, lewat perantara Deni. Pasalnya, penjualannya amat menurun selama masa pandemi ini.

Sudah enam tahun lebih Yansah menjadi petani sayur. Untuk menjalankan profesinya ini, bersama 2 saudaranya mereka menyewa lahan dengan luas 1 hektare berbiaya Rp750 ribu per bulan. “Karena ini digarap bertiga, jadi satu orang 250 ribu (rupiah). Pembayarannya setelah sayur nanti panen dan dijual. Ya kadang memang hasilnya kurang baik karena sulit untuk mencukupi untuk sewa lahan sama kebutuhan lain,” jelasnya.

Di masa pandemi Covid-19, Yansah dan teman-teman sesama petaninya juga merasakan penurunan pendapatan. Hal ini karena minimnya pembeli sayur akibat melemahnya daya beli masyarakat. Di hari biasa, ia bisa menjual 200 ikat sayur. Akan tetapi, saat ini untuk bisa menjual 50 ikat pun sangat sulit. Untuk meminimalisir sayurnya membusuk sia-sia, terkadang Yansah dan teman-temannya membagikan sayur ke tetangganya secara gratis. 

“Selama ada corona ini harga sayur-mayur anjlok. Kami bingung juga karena punya lahan tanamnya juga masih sewa dan kami harus memenuhi kebutuhan keluarga,” tambah Yansah.

Terhimpit kondisi yang serba sulit, saat ini Yansah menghindari untuk berutang. Walau sebagian modalnya sudah tergerus karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, Yansah berusaha tidak tergantung pada utang. “Modal saya mau habis kalau penjualannya masih sepi seperti sekarang. Kalau benar-benar habis nanti saya enggak tahu lagi mau tanam sayur atau enggak untuk bulan depannya,” tambahnya.

Kini, Yansah hanya berharap, dengan ia menyedekahkan sayur-mayurnya dapat menjadi pemantik orang lain untuk melakukan hal serupa. Pasalnya, kondisi serba sulit seperti sekarang ini bukan hanya dirasakan Yansah, tapi nyaris semua orang. Ia juga berharap kondisi segera kembali pulih seperti semula.

Koordinator Program ACT Kalimantan Selatan Retno Sulisetyani menambahkan, kedermawanan Yansah di tengah keterbatasannya menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas masyarakat Indonesia untuk membantu satu sama lain di masa pandemi ini. Hal inilah yang diharapkan dari adanya Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan.

"Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka yang terdampak sosial dan ekonomi dari pandemi Covid-19. Bantuan tentunya tidak hanya dalam bentuk bahan pangan yang bisa ditaruh langsung di Lumbung Sedekah Pangan, namun juga dapat dalam bentuk tunai. Bantuan tunai ini dapat disalurkan melalui website Indonesia Dermawan atau transfer melalui rekening BNI Syariah #88 00000 490 atas nama Aksi Cepat Tanggap. Insyaallah, berapa pun sedekahnya sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," pungkas Retno.[]