Diana, Sekolah Sambil Jualan Kopi Keliling

Sambil berdagang kopi dan makanan kecil di sekitar Kota Bogor, Diana tetap membawa buku-buku sekolah. Siswi kelas 2 SMA ini menyempatkan waktu belajar ataupun mengerjakan PR di tengah kesibukan mencari pemasukan tambahan untuk keluarga.

borong dagangan
Pelataran Masjid Alumni IPB, Kota Bogor, menjadi salah satu tempat Diana mencari pelanggan. (ACTNews)

ACTNews, KOTA BOGOR – “Yuk, kopi gratis. Yang mau kopi, silakan kopi gratis,” demikian imbau salah seorang anggota Tim Global Wakaf-ACT Bogor. Kopi dan camilan gratis mengundang mereka mampir di tempat Diana berjualan, yakni di sekitar Pelataran Masjid Alumni IPB, Kota Bogor, pada Kamis (12/8/2021) itu.  Sementara Diana sibuk menyeduh kopi ataupun menyiapkan cemilan untuk para pelanggan sembari tersenyum tipis.

Beberapa saat sebelum kedatangan Tim Global Wakaf-ACT, aneka kopi, keripik, tisu, dan masker yang dijual Diana masih menumpuk. Termos air yang milik gadis yang masih duduk di bangku sekolah ini juga masih terisi penuh. “Ternyata sampai sebelum kami datang, kopi yang dijual Diana baru laku tiga gelas,” ungkap Wahyudi sebagai Koordinator Program Global Wakaf-ACT Bogor.

Dagangan Diana memang agak sulit terjual saat PPKM seperti sekarang, sehingga pemasukan ikut menurun. Terkadang karena minim ongkos untuk pulang, Diana harus berjalan kaki kembali menuju rumah. “Orang tuanya juga berjualan dagangan serupa di sekitar lokasi. Karena itu Diana memutuskan ikut berjualan juga untuk membantu mereka. Kadang sejak zuhur berjualan, Diana baru pulang jam delapan malam,” tambah Wahyudi.

Di tengah-tengah kegiatan berjualan, Diana masih menyempatkan diri untuk mengerjakan tugas sekolah. Dirinya membawa serta beberapa buku pelajaran, sehingga bisa memanfaatkan waktu luang untuk belajar ataupun mengerjakan PR ketika sedang tak ada pelanggan. Aktivitas ini telah dijalaninya sejak kelas 3 SD hingga kini duduk di bangku kelas 2 SMA.

Hari itu Diana bisa pulang lebih cepat. Tak henti-hentinya ia mengucap kalimat tahmid saat membuatkan kopi. Senyum juga hadir di wajah pekerja harian, penjaga parkir, dan pengemudi ojek yang baru saja menunaikan salat zuhur di masjid.

“Inilah titipan Sahabat Dermawan yang membahagiakan Diana serta para pekerja harian lain. Kata Diana, keuntungan dari dagang kali ini akan ia belikan kuota untuk keperluan sekolah. Kami berharap bantuan dari para dermawan, agar ke depannya senyum ini bisa ukir kembali di wajah saudara-saudara kita yang lain yang juga membutuhkan,” harap Wahyudi. []