Difabel, Semangat Ustaz Udiono Memakmurkan Masjid dan Dakwah Tak Berkurang

Ketidaksempurnaan fisik tak membuat semangat Ustaz Udiono memakmurkan masjid Allah dan berdakwah berkurang. Baginya, ketidaksempurnaan fisik bukanlah alasan untuk tidak melakukan dakwah dan memakmurkan masjid.

ustaz udiono
Ustaz Udiono saat sedang menyapu masjid. (ACTNews)

ACTNews, BENGKALIS – Kondisi fisik yang tak lagi sempurna, tak menghalangi semangat Ustaz Udiono dalam berdakwah. Setiap hari ia mengajar anak-anak mengaji di masjid Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis. 

Kaki kiri Ustaz Udiono harus diamputasi pada 2017 lalu karena penyakit saraf yang diderita. Sejak itu, Ustaz Udiono mengandalkan kaki sebelah kanan walau kondisi kaki kanannya pun saat ini tidak berfungsi dengan sempurna. Dalam aktivitas mengajarnya, Ustaz Udiono harus diantar anaknya menuju masjid . 

“Awalnya kena saraf kejepit, tapi makin hari makin parah. Akhirnya diamputasi dan kayak sekarang. Untuk jalan sendiri masalah, karena ada anak jadi tidak masalah,” kata Ustaz Udiono, Kamis (12/8/021). 

Selain dakwah dengan menjadi penceramah di masjid, Ustaz Udiono juga mengajar membaca Al-Qur'an dan menjadi marbut. Dari kegiatannya mengurus masjid dan mengisi pengajian, Ustaz Udiono dibayar Rp800 ribu per bulan. Bagi Ustaz Udiono, jumlah tersebut akan kurang jika tidak ada bantuan dari warga sekitar. 

“Kalau tidak ada bantuan, Rp800 ribu enggak cukup. Ini cukup karena banyak warga kasih juga. Tugas saya di masjid jadi marbut menyapu, beres-beres, mengajar ngaji, dan isi ceramah pengajian bapak-bapak,”  ujarnya. 

Bagi Ustaz Udiono, tujuannya mengabdi di masjid adalah untuk memakmurkan masjid Allah Ta'ala. Untuk bisa memakmurkan masjid Allah, adalah dengan berdakwah menyampaikan kebenaran agama yang memang di perintahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala

Untuk meringankan beban Ustaz Udiono, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup dari para dermawan, Kamis (12/8/2021). Atas bantuannya, Ustaz Udiono berterima kasih atas dukungan Dermawan Indonesia sehingga ia terus memiliki kekuatan untuk berdakwah. []