Difabel Turut Terkena Imbas Pandemi Covid-19

Setengah tahun sudah Indonesia dikepung pandemi Covid-19. Berbagai elemen masyarakat pun merasakan dampaknya. Tak terkecuali penyandang disabilitas yang kehilangan pekerjaan.

Difabel Turut Terkena Imbas Pandemi Covid-19' photo
Salah satu warga tunanetra yang mendapatkan paket pangan ACT. (ACTNews)

ACTNews, SIDOARJO  Tutik (38) warga Sukodono, Sidoarjo seakan lemas dan pasrah ketika pandemi Covid-19 berdampak pada pendapatannya. Pelanggannya makin hari semakin berkurang sejak Maret lalu. Padahal sebelum Covid-19 mewabah di Indonesia, ia nyaris setiap hari mendapatkan pelanggan pijat tunanetra. Ya, Tutik merupakan penyandang tunanetra yang memanfaatkan kemampuan memijat sebagai ladang rezeki.

Tergabung dengan layanan pemesanan pijat daring, sehari-hari Tutik bergantung pada aplikasi tersebut. Lewat aplikasi itu juga Tutik mendapatkan pelanggan. Sayang, sejak pandemi Covid-19, layanan pemesanan pijat daring itu ditutup dan menghambat pemasukan Tutik, padahal ia sangat bergantung pada aplikasi tersebut.

“Sekarang dalam sebulan enggak sampai 10 orang yang mau pijat,” ungkap Tutik, Sabtu (29/8).

Seperti Tutik, Slamet Riyadi (41) yang juga penyandang tunanetra pun merasakan dampaknya. Keahliannya sebagai tukang pijat tak bisa dimanfaatkan karena sepi pelanggan. Sedangkan, keahlian lainnya sebagai pemain musik juga tak bisa Slamet salurkan karena sepinya acara selama pandemi. “Penghasilan turun drastis. Kalau mau cari pekerjaan lain pun terbatas karena kondisi,” jelasnya.

Berkurangnya pendapatan Slamet beriringan dengan meningkatnya jumlah keperluan keluarga. Ia harus menafkahi istri serta anaknya yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar. Sang anak membutuhkan biaya tambahan untuk pelajaran jarak jauh secara daring. Slamer saat ini pasrah dan hanya bisa berharap agar kondisi segera kembali normal seperti semula.

Untuk mengantisipasi terus besarnya dampak pandemi pada penyandang tunanetra, organisasi Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Sabtu (29/8) kemarin menyerahkan bantuan pangan dari sedekah masyarakat serta mitra ACT kepada penyandang disabilitas. Bantuan serupa pun akan diserahkan ke disabilitas yang tersebar di beberapa kota di Jawa Timur.

Heri Cahyono (38), Ketua Dewan Perwakilan Cabang Pertuni Sidoarjo, mengatakan, secara umum kondisi penyandang tunanetra di Indonesia memiliki profesi yang sama, yaitu pemijat. Dengan adanya pembatasan aktivitas karena pandemi, mereka pun merasakan dampaknya. Sejak Maret lalu, pendapatan mereka terus berkurang, bahkan tak jarang dalam sehari tak ada satu pun uang mereka dapat.

“Untuk itu Pertuni berinisiatif ke ACT untuk bisa memberikan bantuan ke penyandang tunanetra. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anggota kami,” ungkap Heri.

Mashudi dari tim Program ACT Jawa Timur mengatakan, sedekah serta bantuan dari berbagai pihak terus disalurkan ke warga yang benar-benar membutuhkan. “Mulai dari bantuan medis, pangan, hingga modal usaha senantiasa kami salurkan untuk warga prasejahtera yang terdampak pandemi. Insyaallah kami akan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan, mengingat dampak pandemi ini kian meluas. Masyarakat pun bisa ikut bersedekah melalui rekening BNI Syariah 66 00000153 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajak Mashudi, Ahad (30/8).[]


Bagikan