Diguncang Gempa, Warung Taurida Tetap Buka

Pascagempa M6,2 di Mamuju, rumah Taurida rusak dan roboh di beberapa bagian sehingga ia masih mengungsi di tenda kecil depan rumahnya. Meskipun menghadapi kesulitan, warung Taurida tetap buka di dekat rumahnya agar kebutuhan sehari-hari tetap tercukupi.

Taurida menerima bantuan modal usaha.
Serah terima Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (WM UMI) kepada Taurida. (ACTNews)

ACTNews, MAJENE – Setelah pandemi memukul usaha kecil Taurida di tahun ini, giliran gempa sekuat M 6,2 ikut mengguncang ekonominya. Warung kecilnya turut terdampak gempa yang mengguncang Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Rumah semi permanennya di Batupapan, Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, rusak di beberapa bagian serta ada juga yang roboh sehingga tak layak lagi untuk dihuni. Bahkan gempa 15 Januari 2021 itu sempat memberikan luka kecil di kepalanya.

“Ibu Taurida bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit satu hari setelah gempa. Karena tak mau ambi resiko bila datang gempa susulan, sekarang sebuah tenda ala kadarnya dibangun di depan rumah Ibu Taurida untuk ia tidur,” jelas Raka Ginanjaya Gumelar dari Tim Global Wakaf – ACT.


Meskipun dalam kondisi sulit, kehidupan terus berjalan. Sembari masih mengamankan diri di dalam tenda, warung Taurida tetap buka. Sebab, kebutuhan ia dan ketiga anaknya bagaimanapun harus tetap terpenuhi. 
“Warung Ibu Taurida menjual kebutuhan sehari-hari sehingga tetap dibutuhkan di saat seperti ini. Barangnya saat ini memang tak banyak, namun untuk saat ini cukup lengkap,” kata Raka.

Melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro (WM UMI), Global Wakaf – ACT membantu usaha Taurida yang kini sedang terdampak. Bantuan diberikan pada Jumat (12/2/2021) kemarin. “Kita berharap bantuan ini dapat membantu Ibu Taurina, seorang pejuang ekonomi keluarga yang tidak menyerah. Walau penghasilannya menurun , ia tak patah semangat,” ungkap Raka.

Kisah Taurina adalah satu dari kisah ribuan penyintas bencana gempa Sulawesi Barat yang harus tetap berjuang menghidupi keluarganya. “Masih banyak lagi para penyintas yang saat ini berikhtiar membangun kembali kehidupannya. Kami berharap melalui wakaf para dermawan dalam program Wakaf Modal UMI, UMKM di Sulawesi Barat dapat kembali bangkit,” harap Raka. []