Dikepung Pandemi, Crisya Tetap Bantu Mama Menyapu Jalanan

Usianya masih kecil, tapi Crisya harus ikut bekerja menjadi penyapu jalan. Hal ini ia lakukan bersama sang ibu walau di tengah pandemi Corona.

Crisya saat menerima hidangan siap santap yang dibagikan ACT Maluku, Selasa (21/4). (ACTNews)

ACTNews, AMBONMatahari begitu terik di Kota Ambon pada Selasa (21/4) siang. Seorang anak kecil terlihat di Jalan Pattimura menyusuri jalan sambil memegang sapu lidi dan menyeret tempat sampah. Tangannya yang masih kecil terpaksa memegang barang-barang itu karena keadaan yang kurang menguntungkan. Dahinya berkeringat, membuat bocah kecil yang diketahui bernama Crisya harus menyekanya berulang kali.

Di saat orang lain bertahan untuk diam di dalam rumah agar tak terjangkit Covid-19, lain hal dengan  Crisya. Bersama ibunya, bocah yang masih duduk di kelas empat sekolah dasar ini harus menyusuri jalan untuk menyapu agar mendapatan uang. Tak besar memang, tapi paling tidak bisa untuk membeli makan satu waktu.

Crisya masih sebelas tahun. Usia yang seharunya dimanfaatkan dengan baik untuk seorang anak belajar atau bermain dengan anak sebaya. Menjadi penyapu jalanan dilakukannya. Biasanya Jalan Pattimura, Ambon jadi lokasi yang Crisya susuri.

Bersama sang ibu, Crisya bekerja menjadi penyapu jalan. Tak tega membiarkan ibunya bekerja sendirian, Crisya memilih ikut ke manapun ibunya pergi. “Crisya begitu menyayangi Mama, tetap kuat dan sehat ya, Ma,” ungkap Crisya kepada ibundanya, Selasa (21/4).

Sambil menyeka air mata, anak yang bercita-cita menjadi dokter ini pun turut menceritakan bahwa pekerjaannya sering menjadi bahan olok-olok teman sekolahnya. Saat ini Crisya duduk di bangku kelas empat sekolah dasar dan ingin menjadi dokter karena mau merawat ibunya jika sakit.

Melalui Operasi Makan Gratis yang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Maluku lakukan pada Selasa itu, ACT memberikan hidangan siap santap bagi Crisya dan mamanya yang sedang melintas di Jalan Pattimura. Operasi Makan Gratis ditujukan bagi warga prasejahtera yang ekonominya terdampak langsung pandemi Covid-19.

Terima kasih sahabat dermawan dan kakak dari ACT yang datang memberikan Crisya dan Mama makan siang. Semoga Tuhan berkati kaka-kaka semuanya dalam pekerjaan” kata Crisya dengan logat khas Malukunya.[]