Dilema Krisis Air Bersih Pengungsi Gempa Lombok

Dilema Krisis Air Bersih Pengungsi Gempa Lombok

ACTNews, LOMBOK UTARA – Pagi dimulai di tenda-tenda pengungsian sepanjang Lombok Utara dengan kesedihan yang sama. Lebih sebulan pascagempa, runtuhan rumah masih berserak di sana-sini, tidur semalam tadi masih di bawah tenda terpal yang sama. Terbangun pagi di dalam tenda, bukan mandi atau sekadar menyikat gigi yang dilakukan, pasalnya air bersih masih krisis di Lombok Utara. Dilema inilah yang kini benar-benar dirasakan oleh ratusan ribu keluarga di Lombok. Rumah tinggal runtuhan, air bersih pun masih langka.

Diding Fachrudin, Koordinator Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk distribusi air bersih di Lombok mengatakan, kondisi krisis air bersih terjadi hampir di semua kecamatan terdampak gempa di Lombok Utara. “Bahkan laporan dari tim kami di wilayah Sembalun, Lombok Timur, kondisinya jauh lebih parah. Ada satu dusun yang tak memiliki sumber air bersih sama sekali. Air bersih sangat langka di semua lokasi terdampak gempa,” ujar Diding.

Diding menjelaskan, pemicu air bersih yang langka disebabkan karena sumber air yang rusak pascagempa. Banyak desa yang dulunya berlimpah air bersih karena lokasinya di lereng Rinjani, kini warganya yang mengungsi karena rumah hancur, harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan air bersih.

“Pipa air mereka tertimpa runtuhan rumah. Keran air mereka hancur. Sumber mata air seperti sumur-sumur juga tertimpa runtuhan. Beberapa lokasi terdampak gempa di lereng gunung sumber air mereka tertutup longsoran tanah, atau bebatuan. Masalah krisis air ini kompleks,” jelas Diding.

Setiap hari, seluruh posko ACT distribusi ribuan liter air bersih

Sembari masif melakukan pembangunan hunian pengganti, masjid, sekolah, bahkan taman bermain untuk memulihkan kehidupan pengungsi gempa Lombok, segenap Tim ACT di Lombok pun bergerak meringankan beban krisis air bersih ini. Diding menjelaskan, setiap harinya ada distribusi air bersih yang dilakukan di belasan posko wilayah ACT yang tersebar dari Lombok Barat, Lombok Utara sampai Lombok Timur.  

“10 unit posko wilayah dan 56 posko unit bergerak bersama menuju ke tiap-tiap dusun atau desa terdampak gempa untuk mendistribusikan air bersih. Menggunakan truk tangki, puluhan ribuan liter air bersih dipasok setiap harinya untuk tiap-tiap dusun yang berbeda,” papar Diding.

Rangkuman terkini aksi distribusi air bersih dilaporkan dari Posko ACT Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Jessa Dara Matini, salah satu relawan ACT di Kayangan melaporkan, distribusi air bersih dilakukan Senin (17/9) di Dusun Sambik Jengkel Barat, Desa Selengan, Kecamatan Kayangan.

“Lokasi yang kami tuju juga merupakan lokasi pembangunan family shelter ACT dan masjid darurat ACT. Setelah itu kami juga bergerak untuk distribusi air bersih lagi menuju Dusun Montong Gedeng, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan,” kata Jessa.

Rangkuman laporan lain juga dipaparkan oleh Posko ACT di wilayah Kecamatan Bayan. Roby, salah satu relawan ACT di Bayan mengabarkan, tim ACT di Bayan Senin (17/9) kemarin membawa pasokan air bersih ke salah satu lokasi paling krisis air bersih.

“Kami menuju ke Dusun Lendang Mamben, Desa Anyar, Kecamatan Bayan. Di lokasi ini kami bawa 4.400 liter air bersih. Alhamdulillah seluruh pasokan air ditampung warga di jerigen-jerigen atau bak penampungan air mereka yang mulai mengering,” kata Roby.

Satu cerita ironi juga terangkum dari distribusi air bersih di Dusun Bawah Nao, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Ahad (16/9) kemarin. Marero Adi, tim distribusi air bersih di Sembalun mengatakan, Dusun Bawah Nao merupakan satu lokasi paling kritis kondisi air bersihnya.

“Kami datang ke Bawah Nao, tidak menemukan sumber air bersih sama sekali. Dusun ini sangat-sangat krisis air bersih. Bahkan di hari pertama kami datang ke dusun ini, Ahad (16/9) kemarin kami sampai harus melakukan perjalanan bolak-balik 10 kali dalam sehari untuk memasok air ke Bawah Nao. Total dalam 10 kali bolak-balik itu kami kirimkan 50.000 liter air bersih untuk dusun ini,” kisah Marero Adi. []

Tag

Belum ada tag sama sekali