Dirgahayu ke-75 TNI: Aksi Sosial Abdi Negara untuk Bangsa

TNI merupakan alat negara yang siap menjaga negara dan dilatih secara militer. Namun tak selamanya bentuk abdi TNI adalah kontak fisik. Seringkali TNI hadir untuk masyarakat, meluaskan aksi kemanusiaan dan sosial.

Dirgahayu ke-75 TNI: Aksi Sosial Abdi Negara untuk Bangsa' photo
Kepala Staf Umum TNI Letjen Joni Supriyanto dan Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin melepas keberangkatan truk bantuan 1.000 ton beras dalam Operasi Beras Gratis, Kamis (2/4). (ACTNews/Edy Purwanto)

ACTNews, JAKARTA – TNI memasuki usianya yang ke-75 tahun tepat pada Senin (5/10) ini. Mengacu pada undang-undang, TNI adalah alat negara yang siap menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi keselamatan bangsa, menjalankan operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang, serta ikut secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional.

Tetapi pengabdian itu tidak selamanya berbentuk kontak fisik, melainkan TNI terus melindungi masyarakat melalui berbagai kegiatan. Salah satunya aktivitas bersama lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada masa pandemi ini.

Dimulai pada Maret lalu, ACT menyerahkan bantuan pangan sebagai dukungan bagi TNI yang senantiasa membantu penanganan Covid-19 di Indonesia. Menggunakan armada logistiknya, ACT menyerahkan 1.150 karung beras wakaf kemasan 5 kilogram, 230 kemasan minyak goreng, 230 karton air minum wakaf, serta 50 pis hand sanitizer. Beras wakaf merupakan produk dari Lumbung Beras Wakaf, sedangkan Air Minum Wakaf dari Lumbung Air Wakaf yang berada di Pasuruan.

Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo menyambut baik adanya bantuan pangan dari ACT untuk prajurit TNI. Ia mengatakan, saat ini TNI terus berjibaku ikut mengatasi bencana wabah corona. “Pasukan TNI telah dikerahan untuk mengatasi wabah, termasuk ikut membangun rumah sakit Covid-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Selain itu, berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti ACT, juga kami lakukan untuk memaksimalkan penanganan,” jelasnya waktu itu.


Bantuan berlanjut pada awal April, ketika pandemi benar-benar membatasi gerak masyarakat sampai masyarakat sulit memenuhi kebutuhan dasarnya. ACT berkolaborasi bersama TNI menghadirkan 1.000 ton beras di Jabodetabek. Pada tahap awal bantuan itu didistribusikan kepada 10 titik wilayah terdampak.

Kepala Staf Umum TNI Letjen Joni Supriyanto pun menyampaikan harapan dan apresiasinya dalam kolaborasi bersama ACT yang telah terjalin cukup lama. “Kami sangat menghargai kerja sama dengan ACT untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Inilah saatnya kita untuk bersatu, bersinergi, dan saling menguatkan antar komponen bangsa. Pendistribusian hari ini diantaranya beras, masker, dan hand sanitizer  yang akan didistribusikan ke 10 titik. Tentunya dalam pendistribusian kita tetap memperhatikan faktor keamanan dan protokol yang berlaku dalam penanganan Covid-19. Kami percaya bantuan ini dapat disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh  pihak yang turut berpartisipasi. Semoga, sumbangsih kita bersama dapat meringankan beban masyarakat. Semoga pula wabah Covid-19 di seluruh dunia dapat segera berakhir,” tuturnya kala itu.

Selain itu pada Ramadan lalu, ACT juga bekerja sama dengan TNI AL Marinir, mendistribusikan 6 ton beras. Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) mengapresiasi semangat berbagi ini. Hal ini mengingat semangat ACT ini seiring dengan program Marinir TNI AL sendiri yakni ‘Marinir Peduli, Marinir Berbagi’ yang diinisasi sejak awal pandemi Covid-19 merebak.


Tim ACT bersama Marinir TNI AL setelah penyerahan bantuan 6 ton beras untuk masyarakat prasejahtera yang terdampak Covid-19. (ACTNews/Reza Mardhani)

“Awal-awal wabah Covid-19 ini merebak, kemudian kita menginisiasi mulai dari pembagian masker, pembagian sarung tangan, serta sembako dari internal kami. Saat ini sudah banyak masyarakat peduli, termasuk dari tim ACT yang menawarkan kerja sama dengan Korps Marinir. Tentu saja ini sangat selaras dengan program kami,” kata Mayor Jenderal TNI (Mar) Suhartono.

Selain berkolaborasi dalam pandemi, pada awal 2019 ACT juga sempat membersamai para masyarakat dan TNI penjaga negeri di wilayah Natuna. Komandan Kodim 0318 Natuna Letkol (CZI) Ferry Kriswardana menyatakan apresiasinya kepada pihak ACT yang telah berinisiasi dalam gerakan Aksi Bela Indonesia.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi dengan kehadiran tim ACT dan bantuannya di Natuna. Bantuan ini juga sudah kami sampaikan ke DPRD, bupati, dan semua aparat pemerintah yang terlibat. Semua aparat menyampaikan terima kasih, dan aksi ini luar biasa. Bantuan ini membantu beban masyarakat yang kebetulan semua nelayan dan masyarakat sipil yang mayoritas bekerja di laut sedang menghadapi cuaca ekstrem dan sementara tidak melaut. Kami juga sudah menyampaikan ke semua masyarakat sipil untuk selalu bersinergi dan berkolaborasi untuk menghadapi kondisi yang ada saat ini. Harapan dari kita, bantuan-bantuan yang hadir di sini bisa menjadi awal untuk kolaborasi jangka panjang ke depannya,” ujar Ferry pada saat itu.


Bupati Kabupaten Natuna Abdul Hamid Rijal (depan) hadir dalam kegiatan silaturahmi dan makan bersama yang diselenggarakan Aksi Cepat Tanggap di Kodim 0318 Kabupaten Natuna, Jumat (10/1). Selain Bupati, sejumlah pimpinan daerah yang hadir yaitu Ketua DPRD Kabupaten Natuna Andes Putra dan Kapolres Natuna AKBP Nugroho D. Karyanto. (ACTNews/GIna Mardani) 

Sebelumnya kerja sama dengan TNI dan ACT juga terjalin di HUT ke-74 TNI di Kodam III/Siliwangi pada tahun 2019 lalu dengan menghadirkan bakti sosial bagi masyarakat sekitar Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung yang tinggal di sekitar Sungai Citarum. Lalu dalam program kurban di tahun yang sama, ACT bersama TNI akan mendistribusikan hewan kurban untuk warga prasejahtera di sekitar 16 kabupaten/kota. Sebelas wilayah di antaranya adalah perbatasan Indonesia dan tepian negeri, seperti Merauke, Sanggau, Bengkayang, Sambas, Natuna, Nunukan, Sebatik, Atambua, Pulau Buru, Kepulauan Sula, Pulau Seram, dan Aceh.

Mundur lagi ke belakang, yakni di tahun 2018 ACT dan TNI juga membersamai para korban bencana Lombok. Kolaborasi ini melayarkan Kapal Kemanusiaan Lombok (KKL). Kapal ini berangkat membawa 850 ton dari 1.200 ton bantuan logistik yang disiapkan menuju Lombok, bertepatan dengan Hari peringatan Kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, ACT pernah mengadakan program khusus masyarakat penjaga negeri, termasuk TNI yang bertugas di wilayah perbatasan. Program tersebut bernama Paket Pangan Ramadhan Penjaga Negeri, ini hadir pada tahun 2018 dan 2019 lalu.  Program ini menyasar seluruh elemen yang sedang berjaga di perbatasan negeri menjelang Idulfitri. Salah satu elemen yang disasar adalah para prajurit TNI yang sedang bertugas menjaga keamanan negeri menjelang Lebaran.


Atas kolaborasi-kolaborasi kemanusiaan ini, Presiden ACT Ibnu Khajar pun mengucapkan selamat atas peringatan ulang tahun ke-75 TNI. “Alhamdulillah, pada tahun ini kita menyambut ulang tahun ke-75 TNI. Sebagai mitra yang sudah cukup lama serta sering berkolaborasi, kami ucapkan dirgahayu kepada TNI. Semoga semakin jaya, semakin dicintai oleh rakyat, dan menjadi berkat bagi setiap masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.

Ia pun berharap ke depannya akan banyak lagi kerja sama yang dijalin oleh ACT dan TNI. “Kita sudah lama menjalin kolaborasi untuk aksi-aksi kemanusiaan, sejak tahun 2017. Mulai dari kebencanaan, program-program reguler, dan lain sebagainya. Ke depannya tentu, kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut. Karena TNI adalah dari masyarakat dan untuk masyarakat, oleh karenanya kami akan terus mendukung setiap aksi-aksi TNI di dunia kemanusiaan,” pungkas Ibnu. []

Bagikan

Terpopuler