Dirumahkan dan Minim Penghasilan, Sholichudin Terima Beaguru

Biaya hidup untuk guru dari Global Zakat - ACT terus berlanjut. Kali ini, program Sahabat Guru Indonesia menyasar guru yang perekonomiannya terdampak Covid-19 di Tegal.

Sholichudin saat menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat - ACT. (ACTNews)

ACTNews, TEGAL Sholichudin namanya, seorang guru yang mengajar pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Ma’mur Nikmah, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Delapan tahun sudah ia mengabdikan dirinya menjadi guru. Tak besar gajinya, kurang dari Rp500 ribu per bulan. Namun, tak ada keluhan, ia menikmati profesi yang telah dicita-citakannya.

Sejak wabah Covid-19 melanda, Sholichudin terpaksa dirumahkan. Sudah dua bulan ini ia melakukan kegiatannya dari rumah. Warung kelontong yang ia kelola pun mulai sepi pembeli. Pekerjaan lain ia lakoni demi menghidupi keluarganya. “Sekarang jualan kurma untuk tambah penghasilan,” katanya kepada tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Selasa (28/4).

Kurma yang Sholichudin jajakan merupakan milik temannya. Ia baru akan menyetorkan hasil penjualan saat ada pembeli. Dari sanalah ia mendapatkan selisih keuntungan untuk menghidupi keluarga. Namun, menurut Sholichudin penjualan kurma yang identik dengan Ramadan kini menurun akibat pandemi.

Sholichudin merupakan salah satu guru yang pada Selasa (28/4) mendapatkan bantuan biaya hidup dari Global Zakat - ACT melalui program Sahabat Guru Indonesia. Kepala Cabang Global Zakat - ACT Tegal Siswartono mengatakan, bantuan biaya hidup ini merupakan bentuk apresiasi kepada guru yang telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. “Dedikasi guru-guru yang telah mengabdikan dirinya perlu mendapatkan perhatian,” ungkapnya.

Program Sahabat Guru Indonesia merupakan diluncurkan pada November 2019 lalu, bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Program ini merupakan bentuk apresiasi Global Zakat - ACT kepada guru yang telah berjuang untuk pendidikan Indonesia. Hingga hari ini sudah lebih dari dua ribu guru yang mendapatkan biaya hidup. Mereka tersebar di 30 provinsi.[]