Distribusi Daging Sapi Bahagiakan Pengungsi Gempa Maluku

Daging-daging sapi yang didistribusikan ACT ini untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi yang sejak gempa hanya makan secukupnya saja.

Distribusi Daging Sapi Bahagiakan Pengungsi Gempa Maluku' photo
Warga Desa Liang, Maluku Tengah kebanyakan telah tinggal di pengungsian sejak 29 September lalu dan hingga kini masih membutuhkan bantuan, di antaranya adalah makanan. (ACTNews/Dyah Sulistiowati)

ACTNews, MALUKU TENGAH - Dapur Umum Dermawan yang dikelola Aksi Cepat Tanggap (ACT) di pengungsian Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah hari itu sibuk. Ahad (13/10), satu ekor sapi baru saja dipotong untuk konsumsi warga yang masih memilih tinggal di pengungsian.

Daging-daging tersebut kemudian didistribusikan di sebanyak lima dapur umum yang berada di Desa Liang. Rosediana Jumat, atau yang akrab disapa dengan Mama Rose, bersyukur dengan adanya distribusi daging kali ini. Mengingat selama ini para pengungsi hanya makan secukupnya saja.

“Kita makan sayur beli masing-masing. Kalau ada yang dapat juga kita bisa masak, seperti daun kelor atau daun pepaya. Awal-awal mengungsi, belum ada daging waktu itu. Baru-baru ini dapat daging ayam, dan kemudian hari ini dapat daging sapi. Syukur alhamdulillah,” kata Mama Rose pada Ahad (13/10).

Mama Rose yang pada hari-hari biasa menjual gorengan, kini menyibukkan diri di Dapur Umum Dermawan semenjak gempa mengguncang. Rumahnya rusak berat akibat gempa. Ia juga tak segan menunjukkan bekas luka di wajahnya akibat bencana itu. Ia berharap daging-daging yang ia masak pada hari itu bisa menambah kuat juga kondisi kesehatan para pengungsi.


Daging-daging yang didistribusikan ACT kepada warga terdampak gempa Maluku, hasil donasi dari para dermawan. (ACTNews/Dyah Sulistiowati)

Tak lupa juga dalam kesempatan tersebut ia menitipkan salam kepada para dermawan yang melalui donasinya telah menyediakan daging-daging sapi ini untuk mereka. Mama Rose menganggap para dermawan adalah saudara mereka juga.

“Terima kasih, syukur alhamdulillah. Semoga Allah memberikan berkat untuk mereka, kesehatan jasmani maupun rohani. Semoga bisa main ke Ambon, insyaallah. Habis gempa main ke sini, saya anggap mereka semua saudara. Saya terima semua dengan tangan terbuka,” kata Mama Rose.

Saat gempa bekekuatan M6,5 mengguncang pada 26 September 2019 lalu, Desa Liang menjadi salah satu wilayah paling terdampak . Sekitar 17.000 warganya mengungsi setelah itu. Melihat kondisi tersebut, ACT mendirikan lima lokasi dapur umum di Desa Liang.

Yusnirsyah Sirin selaku Komandan Posko ACT untuk Gempa Maluku mengatakan, mereka akan terus melanjutkan program-program ACT untuk membantu warga Maluku yang terdampak gempa. Yusnirsyah juga mengatakan ia berharap ke depannya dapat membeli langsung hasil tangkapan nelayan untuk mendukung Dapur Umum Dermawan sekaligus memberdayakan nelayan sekitar.

“Kita tertarik sekali untuk membeli hasil tangkapan nelayan, dan kita akan distribusikan lagi ke dapur-dapur umum untuk kebutuhan para pengungsi. Kita berharap kondisi ini juga cepat kembali normal, terutama di tengah-tengah isu tsunami jadi para nelayan punya ketenangan untuk kembali melaut,” ujar Yusnirsyah. []

Bagikan