DMII Ajak Masyarakat Tangkal Hoaks tentang Covid-19

Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) - ACT mengajak masyarakat menangkal kabar bohong terkait Covid-19 melalui Ngobrol Asik Siaga Bencana (Ngobrass) di Jakarta Selatan, Selasa (18/2) sore. Sejumlah saran menjaga kesehatan dan memilih kabar disajikan langsung oleh pakar kesehatan dr. Muhammad Riedha Bambang.

DMII Ajak Masyarakat Tangkal Hoaks tentang Covid-19' photo
Dokter M. Riedha Bambang dan Direktur Disaster Management Institute of Indonesia Wahyu Novyan memaparkan data penyebaran virus Corona (Covid-19) dalam Ngobrol Asik Siaga Bencana di Jakarta Selatan, Selasa (18/2). (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, JAKARTA – Memilih informasi adalah salah satu langkah bijak meredam kabar bohong (hoaks). Hal itu pula yang harus dilakukan masyarakat menyikapi kabar wabah Covid-19 yang tengah beredar belakangan ini. Masyarakat harus memilih sumber informasi yang dapat dipercaya, seperti instansi kesehatan resmi atau pun lembaga yang konsentrasi di bidang kesehatan. Saran itu disampaikan dokter Muhammad Riedha dari tim Global Medical Action Aksi Cepat Tanggap, Rabu (18/2).

Dokter jebolan Liverpool School of Tropical Medicine itu mengupas isu terkait virus corona lebih lanjut dalam Ngobrol Asik Siaga Bencana yang digagas Disaster Management Institute of Indonesia (DMII) - ACT di Jakarta Selatan. Dalam bincang sore itu, dr. Riedha mengatakan, masyarakat harus paham dahulu menjaga kesehatan. “Mulai dari mencuci tangan yang benar dengan sabun, menggunakan hand sanitizer dan masker,” jelas dr. Riedha.

Setelah mahfum cara memproteksi diri dari virus, Riedha mengimbau masyarakat untuk memilih informasi yang mereka terima. Misal, tidak langsung menyebar kabar yang beredar di grup chat atau sosial media. “Saring sebelum sharing. Pilih informan yang terpercaya, seperti Kementerian Kesehatan atau DMII ini,” kata dokter yang turun menangani kesehatan pengungsi Gempa Lombok bersama ACT Agustus 2018 lalu.

Riedha berpesan, masyarakat juga harus aktif mencari informasi aktual terkait virus corona, termasuk cara melindungi diri dari virus. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah rajin cuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker. Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu takut berlebihan jika sudah menjaga pola hidup sehat. “Virus corona sebenarnya virus yang mudah mati di udara, hanya jika sudah berinkubasi di tubuh inangnya, ia akan bertahan lebih lama. Sebab itu ,kita harus menjaga kesehatan,” lanjut Riedha.

Sementara itu, Direktur DMII Wahyu Novyan mengatakan, sebagai lembaga edukasi kebencanaan, DMII bertanggung jawab menyampaikan informasi benar untuk masyarakat, termasuk saat mewabahnya kabar Covid-19 ini. “Sebab itu kami mengadakan Ngobrass, Ngobrol Asik Siaga Bencana di ruang publik, agar masyarakat juga mudah mengakses informasi ini,” kata Wahyu. DMII pun membuka kesempatan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meluaskan informasi terkait kesiapsiagaan bencana.

Amirah (23), peserta yang mengikuti Ngobrass DMII, mengungkapkan mendapatkan informasi langkah-langkah menangkal kabar bohong hoaks Covid-19. Alumni desain komunikasi visual itu mengaku belum pernah mendengar informasi secara langsung terkait virus corona dari pakar. “Tadi dengar langsung pemaparannya dan sangat bermanfaat sekali,” kata Amirah.[]


Bagikan