Doa dari Pengungsi Dunia untuk Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia

Di tengah krisis kemanusiaan yang membelenggu jutaan pengungsi di berbagai negara, mereka masih menyelipkan doa dan ucapan selamat kepada Indonesia di HUT-nya ke-76.

kemerdekaan indonesia
Pengungsi di berbagai negara memberikan ucapan selamat memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – UNHCR mencatat pada 2009, jumlah pengungsi global mencapai 36,4 juta jiwa. Sementara pada awal 2020 lalu, lembaga ini mencatat kenaikan lebih dari dua kali lipat yakni mencapai 86,5 jiwa. Suriah menjadi negara penyumbang pengungsi terbanyak, yakni 6,6 juta jiwa. Akibat konflik selama lebih dari 10 tahun, jutaan warga Suriah telah mencari perlindungan di negara sekitarnya. Di antarnya yaitu Lebanon, Yordania, Irak, Mesir, dan Turki.

Masyarakat Indonesia melalui ACT pun selalu berusaha membersamai mereka lewat berbagai program bantuan kemanusian. Secara rutin, dermawan telah membantu mereka lewat bantuan pangan, air bersih, hingga berbagai jenis sandang.

“Dari mulai pengungsi internal Suriah, pengungsi di Yaman, kemudian pengungsi Suriah yang bernaung di Lebanon, hingga para pengungsi Rohingya di Myanmar maupun di Bangladesh, telah merasakan kebaikan hati masyarakat Indonesia,” ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response ACT, di Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Indonesia punya tempat tersendiri di hati para pengungsi. Hal ini dibuktikan saat Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-76. Di tengah krisis kemanusiaan yang membelenggu para pengungsi, mereka masih menyelipkan doa dan ucapan selamat kepada Indonesia. Seakan melupakan sejenak penderitaan mereka, dengan antusias dan senyum semringah mereka mengibarkan bendera Merah Putih yang mereka pegang di tangannya.

“Kami ingin mengucapkan selamat kepada Indonesia kami tercinta pada peringatan kemerdekaan ini. Semoga hidup kalian selalu diberi keberkahan. Kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan kami juga,” ujar salah satu pengungsi Suriah yang bermukim di kamp pengungsian di daerah Ketermaya, Lebanon.

Sementara itu, salah satu anak pengungsi Yaman menyebut, berkat bantuan masyarakat Indonesia melalui ACT, hidup ia dan keluarganya menjadi lebih baik. “Terima kasih ACT, terima kasih Indonesia. Selamat hari kemerdekaan,” ujarnya sambil memegang papan bewarna merah dan putih bertuliskan Happy Independence Day My Indonesian Brothers and Sisters.[