Dorong Percepatan Ekonomi Umat dengan Ekosistem Wakaf

Dorong Percepatan Ekonomi Umat dengan Ekosistem Wakaf

Dorong Percepatan Ekonomi Umat dengan Ekosistem Wakaf' photo

ACTNews, JAKARTA - Salah satu kunci kebangkitan umat adalah penguasaan ekonomi melalui wakaf. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan usaha yang maksimal dan pengelolaan wakaf yang profesional. Ikhtiar inilah yang terus dilakukan oleh Global Wakaf selaku nazir wakaf di Indonesia. Berbagai program wakaf diluncurkan untuk membentuk ekosistem wakaf dalam mempercepat perekonomian umat. 

Pentingnya pembangunan ekosistem wakaf ini digaungkan oleh Global Wakaf dalam acara Kopdar Saudagar Nusantara yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (21/12) hingga Ahad (23/12). “Kekuatan ekonomi inilah yang tidak dimiliki oleh umat Islam saat ini. Melihat kondisi ini, Global Wakaf belajar membangun pilar-pilar ekonomi umat melalui wakaf yang dibangun dalam bentuk ekosistem wakaf,” ujar Muchamad Bachtiar selaku Direktur Marketing Global Wakaf di hadapan ratusan peserta Kopdar, Jumat (21/12).

Bachtiar menuturkan, ekosistem wakaf tersebut dibangun melalui 4 pilar utama program Global Wakaf, yaitu Sumur Wakaf, Lumbung Pangan Wakaf (LPW), Lumbung Ternak Wakaf (LTW), dan Warung Wakaf. “Umar bin Khattab mewakafkan kebun terbaiknya di Khaibar, kebunnya bukan kurmanya. Adapun Ustman bin Affan mewakafkan sumurnya bukan airnya. Sumur sebagai alat produksi yang kemudian tanah di sekitar sumur jatuh menjadi ke tangan muslimin. Lalu ini terus berkembang sampai dibangunnya hotel atas nama Utsman bin Affan. Ini luar biasa. Utsmannya sudah meninggal tapi pahalanya mengalir terus,” ungkapnya.

Kisah-kisah tersebut yang kemudian menginspirasi Global Wakaf dengan menelurkan berbagai program wakaf produktif. “Contoh nyata produktifnya wakaf ada di Blora. Di sana pilot project kita dengan memiliki kapasitas produksi sekitar 10 ribu ton sekali panen di Blora dalam bentuk beras melalui program LPW. Beras-beras inilah yang kita kirim untuk bantuan ke Lombok, Palu, bahkan Palestina serta bantuan kemanusiaan lainnya. Saat ini kita juga kembangkan LPW di Merauke,” ucap Bachtiar.

Ia melanjutkan, di Blora juga terdapat Sumur Wakaf untuk masyarakat dan untuk pengairan pertanian, serta program LTW. Melalui LTW, Global Wakaf mengelola sekitar 850 ekor domba kurban yang merupakan aset wakaf. Program-program tersebut telah memberdayakan dan membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Adapun program Warung Wakaf saat ini sedang digaungkan oleh Global Wakaf dengan pendirian puluhan Warung Wakaf di Lombok dan Jabodetabek. “Warung-warung ini sudah kita bangun di pesantren-pesantren dan masjid-masjid yang ada di Lombok dan wilayah Jabodetabek dengan penangung jawabnya PT. Hydro Perdana Retailindo yang merupakan perusahaan wakaf. Alhamdulillah, ketika kita letak di masjid dan pesantren, warung ini menjadi lebih hidup,” tutur Bachtiar.

Melalui program-program inilah yang kemudian membentuk ekosistem wakaf. “Hancur runtuhnya peradaban ditandai dengan wakaf. Global Wakaf mencoba membumikan instrumen langit ini menjadi intrumen nyata yang bisa dilakukan. InsyaAllah ikhtiar ini akan terus ditingkatkan hingga terwujudnya kejayaan umat,” pungkasnya. []

Bagikan

Terpopuler