DPR RI dan ACT Optimalkan Dukungan Politik dan Kemanusiaan untuk Palestina

Kolaborasi dilakukan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia - Palestina. Kerja sama ini dilakukan untuk menguatkan solidaritas Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

indonesia bantu palestina
Rombongan BKSAP-DPR RI dan ACT usai menggelar Focus Group Discussion yang membahas dukungan Indonesia untuk masyarakat Palestina. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Merujuk pada fakta bahwa Palestina merupakan negara yang tengah dijajah, Indonesia memosisikan diri sebagai negara yang menentang dan menolak segala bentuk penjajahan di Palestina, dan mendukung kemerdekaan negara tersebut. Hal ini sesuai dengan Pembukaan UUD Tahun 1945 yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Berangkat dari hal tersebut, Indonesia telah mengirim berbagai bantuan dan dukungannya untuk Palestina. Termasuk melalui Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia - Palestina yang merupakan bagian dari Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI. Melalui GKSB, Parlemen Indonesia beberapa kali menyepakati kerja sama dengan Parlemen Palestina untuk menggencarkan bantuan dari Indonesia untuk Palestina.

Pada Mei 2022 ini, GKSB turut melibatkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang merupakan lembaga swadaya masyarakat yang kerap menggencarkan berbagai aksi kemanusiaan untuk masyarakat global yang tengah mengalami krisis kemanusiaan. Keterlibatan ACT dalam GKSB bertujuan untuk mengoptimalkan masuknya bantuan kemanusiaan untuk penduduk Palestina.

Dalam diskusi bersama antara ACT dan BKSAP-DPR RI, Syahrul Aidil Maazat selaku anggota Komisi V DPR RI serta Ketua GKSB menjelaskan, kolaborasi berbagai pihak di GKSB memiliki beberapa tujuan, di antaranya, memberikan dukungan terutama secara politik untuk menjaga asa terwujudnya kemerdekaan Palestina sebagai negara yang berdaulat secara penuh. 

"Kemudian juga untuk menguatkan solidaritas serta dukungan pelbagai elemen di Indonesia yang secara langsung mengusung agenda sokongan terhadap perjuangan rakyat Palestina, menggali ragam masukan dari multi-stakeholders di Indonesia dan mendialogkannya dalam kerangka mendukung Palestina," jelas Syahrul.

Dalam kesempatan itu, Syahrul juga mengapresiasi kinerja LSM, termasuk ACT, yang telah berperan penting untuk mendukung perjuangan masyarakat Palestina. Syahrul juga mengajak agar LSM lain di Indonesia untuk bisa meningkatkan kualitasnya, dan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memberikan bantuannya ke Palestina.

"GKSB juga menyerukan agar seluruh masyarakat Indonesia yang ingin memberikan bantuannya, sebaiknya melalui LSM yang telah resmi terdaftar. Seperti ACT. Hal ini untuk menghindari adanya oknum yang memanfaatkan donasi yang terkumpul untuk keperluan pribadi," jelas Syahrul.

BKSAP-DPR RI dan ACT kirim bantuan untuk pengungsi Palestina di Yordania

Dalam aksi pertama kolaborasi antara BKSAP-DPR RI dan ACT, GKSB mengirim bantuan paket pangan untuk 600 pengungsi Palestina di Yordania pada Selasa (24/5/2022). Yordania diketahui merupakan rumah bagi 2,2 juta pengungsi Palestina yang tesebar di 10 kamp pengungsian. Status pengungsi yang sudah diwariskan hingga generasi ke 4-5 sejak peristiwa Nakba pada tahun 1948, membuat pengungsi Palestina di Yordania hidup jauh dari kesejahteraan sosial. 

 

Paket pangan yang akan didistribusikan untuk pengungsi Palestina di Kamp Al-Wahda, Yordania. (ACTNews)

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Network-ACT menjelaskan, ratusan paket pangan tersebut didistribusikan untuk pengungsi Kamp Al-Wahda, Kota Amman. Bantuan pangan ini berisi berbagai kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi satu bulan ke depan.

"Paket ini berisi minyak, gula, beras, daging kaleng, kacang-kacangan, kurma, pasta, susu, lain sebagainya. Insyaallah, bantuan ini bisa mengurangi beban para pengungsi yang telah lama dibelenggu berbagai permasalahan kemanusian. Mulai dari pelayanan kesehatan yang tak terjangkau, minimnya pendidikan yang baik, tidak diperbolehkan kerja formal, dan terkungkung warisan kemiskinan," ujar Firdaus yang turut hadir ke Yordania untuk membantu proses distribusi.

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Yordania, Ade Padmo Sarwono menyampaikan, pentingnya koordinasi dan komunikasi antara LSM kemanusiaan yang bekerja untuk membantu Palestina, khususnya dengan KBRI Yordania.

"Koordinasi dan komunikasi dalam memberikan bantuan kepada Palestina menjadi penting. Sebab, selain adanya kepentingan kontrol dan saling cek, KBRI Yordania maupun Kementerian Luar Negeri merupakan badan negara yang akan selalu diminta pertimbangan dan insight-nya dari lembaga pemerintahan yang lain" jelas Ade.

Bantuan Indonesia untuk pengungsi Palestina ini pun mendapat apresiasi besar dari perwakilan Parlemen Yordania, Ahmad Ousho Dawyama. Dawyama mengucapkan terima kasih kepada ACT dan Pemerintah Indonesia atas bantuan yang dikirimkan. Sebab, menurutnya, belum banyak pihak yang memperhatikan nasib pengungsi Palestina yang bernaung di Yordania.

"Tentu ini adalah program yang sangat bagus untuk pengungsi, dan kami berharap program ini akan terus berlanjut karena para pengungsi sangat membutuhkan bantuan ini. Para pengungsi Palestina yang tinggal di Yordania sangat banyak sejak tahun 1948 hingga sekarang. Belum banyak yayasan kemanusiaan lain yang memberikan bantuan kemanusiaan ke para pengungsi di  Yordania," ucap Dawyama.[]