Dua Gantang Beras, Wujud Kebaikan Dermawan

Siapa sangka, aksi “titipan” membagikan beras pada Ramadan lalu malah menjadi program rutin. Saat itu, seorang dermawan meminta salah seorang relawan membagikan beras kepada masyarakat prasejahtera di Tanah Bumbu. Ternyata, aksi itu mendapat sambutan baik dari dermawan yang lain.

ACTNews, TANAH BUMBU – “Alhamdulillah pas sekali beras habis. Terima kasih, Nak, pagi-pagi sudah bawa rezeki ke rumah kami,” ungkap Asmah penuh senyum. Ibu yang menjadi tulang punggung keluarga itu merasa bersyukur menerima sedekah beras yang dibawa tim ACT Kalimantan Selatan bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tanah Bumbu, Kamis (11/7).

Asmah (49) sehari-hari berjualan sayur untuk menghidupi keluarganya. Suami Asmah telah lama mengalami strok. Dua gantang–satuan yang biasa dipakai masyarakat Tanah Bumbu untuk menakar beras–atau senilai 6 kilogram beras itu menjadi kebahagiaan baginya. “Semoga yang memberi selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT,” doa Asmah untuk para dermawan. 

Aksi sedekah beras oleh MRI-ACT di Tanah Bumbu adalah bentuk kepedulian relawan yang telah berjalan selama dua pekan terakhir. Kegiatan secara rutin dilaksanakan setiap Kamis. “Alhamdulillah sudah membantu 42 warga prasejahtera, khususnya para lansia,” terang Ketua MRI Tanah Bumbu Anjar Sufangat. 

Anjar berkisah, awal program tersebut bermula dari aksi salah seorang relawan saat bulan Ramadan lalu. “Ada relawan kami yang dititipin seorang donatur untuk membagikan beras. Ternyata aksi ini mendapat respon positif dari para dermawan lain di Tanah Bumbu. Akhirnya kami bersepakat untuk menjadikan ini sebagai program kerja,” ceritanya. 


Menurut Anggar, program-program sosial semacam itu menunjukan kehadiran ACT dan MRI di masyarakat bukan hanya saat bencana alam, tetapi juga sebagai solusi permasalahan kemanusiaan.

Berkolaborasi dengan Komunitas Fastabiqul Khairat (KFK), program distribusi beras telah menjangkau lima desa di Kecamatan Kusan Hilir, yaitu Desa Manurung, Desa Pagaruyung, Desa Batuah, Desa Juku Eja, dan Desa Betung. 


Kesan mendalam juga dirasakan Deni Erwin selaku Koordinator Aksi. Ia merasa bersyukur dengan kepercayaan yang diberikan para dermawan sehingga para relawan bisa menyapa masyarakat prasejahtera. 

“Senyum bahagia para lansia itulah yang membuat semangat saya tak pernah padam. Semoga kami bisa terus menyambangi mereka dan menghadirkan tawa,” ucap Deni penuh antusias. 

Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin pun mengapresiasi kreativitas para relawan itu. Menurutnya, peran relawan memang tidak bisa dilepaskan dalam persoalan kemanusiaan. “Kami bangga bisa menyaksikan kepedulian yang hebat ini. Semangat dan dedikasi yang tinggi haruslah kita dukung agar kebaikan dermawan benar-benar bisa hadir membersamai kemanusiaan. Terima kasih para relawan,” ungkap Zainal.[]