Dua Kecamatan di Kalimantan Timur Terendam Banjir

Ketua MRI-ACT Kalimantan Timur Dimas Bayu Prasetyo mengatakan, kondisi kedalaman air di Kecamatan Samarinda Utara bervariasi. Mulai dari 90 cm sampai lebih dari 100 cm. “Menurut kesaksian warga, air sudah mulai masuk permukiman sejak seminggu yang lalu,” katanya saat dihubungi, Senin (6/9/2021).

Banjir di Samarinda Utara
Banjir di permukiman warga. (Kaltim Prokal)

ACTNews, KALIMANTAN TIMUR – Banjir merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Samarinda Utara dan Kecamatan Sungai Pinang, Kalimantan Timur, sejak Jumat (3/9/2021).

Ketua MRI-ACT Kalimantan Timur Dimas Bayu Prasetyo mengatakan, kondisi kedalaman air di Kecamatan Samarinda Utara bervariasi. Mulai dari 90 cm sampai lebih dari 100 cm. “Menurut kesaksian warga, air sudah mulai masuk permukiman sejak seminggu yang lalu,” katanya saat dihubungi, Senin (6/9/2021).

Ia melanjutkan, walaupun air sudah merendam permukiman, sejumlah warga Perumahan Bengkuring, salah satu wilayah terdampak, Kelurahan Sempaja Timur, memilih bertahan di rumah. Menurut Dimas, warga yang memilih tinggal tidak punya kerabat untuk ditumpangi.

Berdasarkan data yang diterima tim Tanggap Darurat Aksi Cepat Tanggap, ada 578 KK atau sekitar 2.274 jiwa jadi korban terdampak banjir. Sejumlah 12 RT terendam di Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, sedangkan di Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, banjir merendam 5 RT.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Hambali, mengatakan banjir di Kalimantan Timur terjadi karena imbas hujan deras di wilayah Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur.

“Hujan deras mengguyur utara Samarinda mulai pukul 18.00 hingga pukul 21.30 WITA dengan catatan curah hujan lebih 100 mm. Di beberapa lokasi ketinggian air hingga mencapai satu meter,” jelasnya.

Hujan tersebut mengakibatkan Bendung Benanga Lempake naik signifikan. Hingga Ahad sore tinggi muka air (TMA) Benanga di angka 78 cm di status waspada.[]