Dua Korban Meninggal di Flores Timur Ditemukan

Tim Tanggap Darurat ACT dan petugas gabungan menemukan dua jenazah di Desa Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur. Total korban meninggal di Flores Timur akibat bencana banjir bandang mencapai 67 jiwa.

Proses evakuasi jenazah di Desa Waiwerang, Adonara Timur, Flores Timur. (ACTNews)

ACTNews, FLORES TIMUR — Proses evakuasi korban banjir bandang di Flores timur masih terus dilakukan. Rabu (7/4/2021), Tim Tanggap Darurat Aksi Cepat Tanggap bersama petugas gabungan menemukan dua jenazah dalam satu rumah di Desa Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur.

Koordinator Tim Tanggap Darurat ACT Lukman Solehudin menjelaskan, pencarian akan terus dilakukan karena dilaporkan masih ada empat orang hilang. Menurut Lukman, wilayah Adonara Timur menjadi daerah yang terparah akibat bencana banjir bandang yang terjadi akibat cuaca ekstrem. 

“Adonara Timur menjadi wilayah yang paling parah karena rumah-rumah rusak, ambruk, hanyut, pohon-pohon tumbang, jembatan terputus, listrik sempat padam, dan akses jalan tertutup. Daerah ini juga menjadi wilayah dengan jumlah orang meninggal paling banyak,” ujar Lukman. 


Data terbaru BNPB per Rabu (7/4/2021) pukul 14.00 WIB,  sebanyak 74 orang di Flores Timur meninggal dan 6 orang hilang. Secara keseluruhan, total korban meninggal akibat bencana yang terjadi di NTT mencapai 124 jiwa, 74 jiwa hilang, 129 luka-luka, dan 13.230 jiwa mengungsi.

Rincian korban meninggal yakni di Flores Timur 67 jiwa, Lembata 28 jiwa, Alor 21 jiwa, Malaka tiga jiwa, dua Sabu Raijua, Kota Kupang satu jiwa, 1 Ende, dan 1 Kabupaten Kupang. Selain korban meninggal, bencana juga menimbulkan kerugian materi berupa 1.962 rumah terdampak, 154 rumah rusak ringan, 272 rusak sedang, 688 rusak berat, 87 fasilitas umum terdampak, dan 24 fasilitas umum rusak berat.[]