Dua Ledakan Kembali Guncang Bumi Syam, Suriah

Dua buah ledakan bom kembali mengguncang Suriah tepatnya di Kota Al-Bab dan Afrin pada Selasa (24/11). Sejumlah penduduk tewas dan puluhan lainnya terluka akibat dari ledakan ini.

Dua Ledakan Kembali Guncang Bumi Syam, Suriah' photo
Warga memeriksa lokasi bom mobil di kota al-Bab di Suriah utara di Provinsi Aleppo, 24 November 2020. (AFP/Bakr Alkasem)

ACTNews, Al-BAB, AFRIN – Dua buah ledakan bom kembali mengguncang Suriah. Kedua bom tersebut meledak di Kota Al-Bab kawasan utara Suriah yang berbatasan dengan Turki dan di Kota Afrin pada Selasa (24/1) lalu. Sejumlah penduduk tewas dan puluhan lainnya terluka akibat dari ledakan ini.

Polisi setempat mengatakan awalnya ledakan terjadi di persimpangan jalan di pinggiran kota Al-Bab, utara Aleppo. Ledakan berasal dari sebuah kendaraan yang bemuatan bahan peledak. Sebanyak 5 orang tewas dan 20 orang terluka dalam peristiwa ini.

Petugas pemadam kebakaran dikirim ke tempat kejadian untuk memadamkan api dan warga sipil yang terluka dipindahkan ke rumah sakit di al-Bab. "Bom mobil dan IED (alat peledak improvisasi) tetap menjadi momok mematikan di Suriah. Menewaskan sedikitnya 132 warga sipil, termasuk 35 wanita dan anak-anak, dan melukai 461 tahun ini saja," kata Marks Cutts selaku Wakil Koordinator Kemanusiaan Regional Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Krisis Suriah, setelah serangan itu.

Selang beberapa jam setelahnya, giliran bom mengguncang Kota Afrin. Sebuah bom yang disembunyikan dalam mobil meledak di pasar setempat dan menewaskan tiga orang. Selain itu, 16 penduduk mengalami luka-luka.


Petugas pemadam kebakaran sedang menangani api yang ditimbulkan ledakan. (AFP/Bakr Alkasem)

PBB melalui Imran Riza sebagai Koordinator Residen dan Koordinator Kemanusiaan untuk Suriah serta Koordinator Kemanusiaan Regional untuk Krisis Suriah Muhannad Hadi mengutuk keras penyerangan itu dan mengucapkan duka cita sedalam-dalamnya. “Setelah lebih dari Sembilan tahun krisis, warga sipil rentan yang tinggal di Suriah telah mengalami penderitaan yang luar biasa. Mereka seharusnya tidak lagi terpengaruh oleh serangan mengerikan seperti itu,” demikian bunyi laporan itu.

Konflik tidak sekadar melukai warga Suriah, tapi betul-betul merusak tatanan kehidupan mereka. Setelah sembilan tahun di kecamuk konflik bersenjata, lebih dari 90% populasi Suriah hidup di bawah garis kemiskinan dengan penghasilan kurang dari US$ 2 per hari. Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Suriah, Akjemal Magtymova, mengatakan kebutuhan kemanusiaan di Suriah meningkat, di mana kurang dari separuh jumlah rumah sakit di Suriah yang beroperasi.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus bergerak di Suriah untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi internal. Berbagai bantuan kemanusiaan ditujukan kepada para pengungsi untuk menopang hidup mereka selama konflik. Pertengahan September lalu misalnya, roti hangat khas Suriah dibagikan kepada keluarga dan anak-anak yang membutuhkan bersamaan dengan santunan untuk anak-anak yatim. Semua itu merupakan amanah dermawan Indonesia.


Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response - ACT melaporkan, seribu keluarga mendapat bantuan pangan khobz pada 13-17 September lalu dan 65 anak-anak yatim mendapatkan santunan. “Selain bantuan-bantuan ini yang kita berikan berkala, insyaallah ACT juga akan membangun bricket house untuk para pengungsi,” kata Firdaus, Rabu (16/9).

Selain pangan dan tempat tinggal, ACT juga menyampaikan amanah untuk dermawan berupa Alquran. Bantuan ini didistribusikan ke Gubernuran Idlib dan Aleppo, yaitu wilayah Kota Idlib, Kafr Takhareem, Killi, Al Atarib, Kafr Nouran, dan Darat Izza pada awal September lalu. “Sejumlah 850 mushaf Alquran kita bagikan kepada anak-anak dan pelajar tahfiz dari pengungsi internal. Mereka adalah murid-murid tahfiz di masjid,” tambah Firdaus. Ia pun mengajak Sahabat Dermawan untuk turut memberikan dukungan terbaiknya melalui Indonesia Dermawan atau ke nomor rekening BNI Syariah 66 0000 9009 atas nama Aksi Cepat Tanggap. []

Bagikan

Terpopuler