Dua Ribu Santri Kuningan Semarakkan Konser Kemanusiaan Palestina

Dua Ribu Santri Kuningan Semarakkan Konser Kemanusiaan Palestina

ACTNews, KUNINGAN – Hujan yang mengguyur lokasi Konser Kemanusiaan Palestina di Pondok Pesantren Husnul Khotimah (Ponpes HK), Kuningan, Jawa Barat sama sekali tidak menyurutkan semangat para santri. Penonton yang didominasi oleh dua ribu santri dan santriwati HK tetap antusias mengikuti jalannya acara. Sepanjang acara, lantang takbir serta kibaran bendera Indonesia dan Palestina menjadi bukti kecintaan mereka terhadap Palestina.

Konser kemanusiaan untuk Palestina yang diselenggarakan pada Ahad (3/2) adalah salah satu rangkaian acara Ajang Remaja Berprestasi (Aresta). Acara itu merupakan agenda tahunan santri Ponpes HK.

Kepala Unit Pembinaan Santri Putra Ponpes HK Ghozali mengatakan, acara Aresta bertujuan melatih kemampuan santri berorganisasi. “Konser kemanusiaan untuk Palestina adalah hal yang ditunggu-ditunggu oleh keluarga besar pondok. Anak-anak punya ide ini dan kita mengapreasiasi. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa dilaksanakan lagi. Sebab terkadang kita sebenarnya ingin membantu Palestina, namun bingung caranya. Dengan adanya konser kemanusiaan ini, kita jadi punya wadah,” papar Ghozali.

Penanggung Jawab Konser Kemanusiaan Palestina Muhammad Usman Al Kautsar memaparkan, tema Aresta 14 tahun ini adalah nasionalisme. Hal itu sejalan dengan tema yang sedang diangkat oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) terkait isu kemanusiaan Palestina yang bertajuk “Indonesia Selamatkan Palestina”.

“Harapannya para santri bisa memiliki rasa nasionalisme. Nasionalisme bukan hanya dibatasi oleh teritori negara. Apalagi kita masih memiliki satu kesaamaan, yakni kesamaan akidah,” jelasnya.

Usman melanjutkan, konser kemanusiaan ini bukan hanya berorientasi pada terkumpulnya dana, lebih dari itu, merupakan bentuk edukasi kepada publik yang belum paham tentang isu Palestina. “Ternyata masih banyak orang-orang yang belum mengerti tentang Palestina, contohnya seperti apa itu kawasan Al Aqsa, mana itu Masjid Kubah As-Shakrah. Banyak yang masih belum paham,” kata Usman.

Pada kesempatan ini, Kepala Cabang ACT Cirebon Adi Nurdiansyah menjelaskan, kini kondisi Palestina sedang darurat energi, khususnya listrik yang berdampak pada terhentinya operasi sejumlah rumah sakit. “Di Palestina, listrik menyala hanya sekitar empat jam saja dalam sehari. Bayangkan jika pasokan listrik benar-benar habis? yang menjadi korban adalah pasien-pasien yang dirawat,” ungkap Adi di hadapan penonton.

Konser Kemanusiaan Palestina ini menampilkan musisi nasyid Ali Sastra dan Aleehya. Mereka pun sangat mendukung kegiatan positif seperti ini untuk terus digalakkan. Salah satu pengisi acara, Ali Sastra mengatakan, sekecil apapun jasa kita terhadap kemanusiaan, akan menjadi sesuatu yang sangat besar.

“Sekecil apapun kontribusi kita, itu akan sangat berarti bagi mereka, baik itu kita sebagai talent, EO, atau pun donator itu sendiri. Semoga kita mendapat balasan-Nya. Ucap Ali Sastra kepada tim ACT.

Senada dengan Ali Sastra, salah satu personel Aleehya, Bayu juga menyampaikan harapannya. “Acara seperti ini harus diperbanyak, dan berharap kerja sama konser kemanusiaan antara ACT dan Aleehya bukan yang pertama dan yang terakhir. Jadi selain ada kreasinya, ada seninya, tapi juga ada nilai kemanusiaannya,” pungkasnya.

Selain menyuguhkan lagu, Ali Sastra dan Aleehya pun ikut memandu jalannya proses penggalangan dana berupa lelang lukisan dan foto, komitmen, serta sunduk bersama kepala cabang ACT Cirebon.

Ditemui di tempat terpisah, mantan gubernur Jawa Barat,  Ahmad Heryawan ikut hadir bersama istrinya, Netty Prasetiyani. Ahmad Heryawan atau yang akrab disapa Kang Aher, mengajak masyarakat untuk membantu masyarakat Palestina dengan usaha apapun yang kita bisa dilakukan, salah satunya dengan berdonasi melalui ACT.

“Mari kita lihat dunia saat ini, ternyata di bumi Palestina masih ada penjajahan. Karena penjajahan adalah sebuah kejahatan kemanusiaan, bahkan dalam konstitusi Indonesia, penjajahan itu diharamkan, harus di hapuskan di seluruh permukaan bumi ini,” ujar Kang Aher.

Dari total penggalangan tersebut, terkumpul dana Rp 78.420.300 yang merupakan akumulasi dari kontribusi masyarakat, komitmen dan lelang, yang kemudian akan disalurkan untuk program bantuan musim dingin dan bantuan energi melalui ACT. []

Tag

Belum ada tag sama sekali