Dua Ton Beras untuk Penuhi Pangan Santri di Sumatra Barat

Sebanyak dua ton beras didistribusikan kepada dua pesantren yang ada di Kota Padang dan Bukittinggi. Pesantren yang disasar oleh tim adalah pesantren yang sangat membutuhkan baik dari segi fasilitas maupun pangan.

Dua Ton Beras untuk Penuhi Pangan Santri di Sumatra Barat' photo
Serah terima beras yang dilakukan langsung oleh pihak ACT dengan perwakilan pihak pondok pesantren. (ACTNews/

ACTNews, PADANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat menggerakkan program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI) di dua kota di Sumatera Barat pada Kamis (31/10). Sasaran program ini adalah pesantren-pesantren yang berada di pedalaman atau di pelosok yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur maupun kebutuhan pangan.

“Alhamdulillah kita telah melaksanakan program BERISI ini di Pesantren Perkampungan Minangkabau, atau yang biasa disebut Pesantren Shine Al-Falah di Padang. Lalu satu lagi di Pesantren Baiturridwan di Bukittinggi. Masing-masing pesantren dapat satu ton beras untuk kebutuhan pangan santri,” ungkap Zeng Welf selaku Kepala Cabang ACT Sumatra Barat.

Zeng mengatakan, masih banyak santri Indonesia yang dalam kondisi prasejahtera. Program ini diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan santri. Oleh karenanya, para dermawan yang ikut serta dalam program BERISI turut membantu perjuangan para santri dalam menuntut ilmu dan meluaskan dakwah.

"Program BERISI ini semoga menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk mengambil peran bagi dunia santri Indonesia. Besarnya peran santri terlihat dari banyaknya pahlawan nasional yang berasal dari kalangan santri ini," kata Zeng.


Para santri sedang menyaksikan serah terima beras di Pesantren Shine Al-Falah. (ACTNews/Inel Hendriani)

Pihak pondok pesantren juga mengapresasi program BERISI. Menurut pihak Samsul Akmal selaku Ketua Yayasan Pesantren Shine Al-Falah, kegiatan BERISI sangat membantu para santri dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Dalam kesempatan itu juga Samsul mengungkapkan bahwa selain dari segi pangan, pesantren asuhannya juga membutuhkan bantuan dari segi bangunan.

“Selain beras, kita kami juga masih membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk pembangunan pesantren lebih lanjut. Sehingga, anak-anak dapat belajar dan tinggal dengan nyaman,” tutur Samsul.

Samsul merasa sangat bersyukur dengan bantuan sebanyak satu ton beras yang diberikan kepada pondok pesantrennya. Ia mendoakan para dermawan yang telah memberikan bantuannya lewat ACT.

“Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ACT dan para dermawan tentunya yang sudah sangat peduli dan perhatian terhadap para santri ini. Semoga Allah selalu membalasnya dengan ganjaran pahala yang berkali-kali lipat,” pungkas Samsul.

Program BERISI akan berlanjut terus untuk ke depannya. Sasaran dari program ini adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan para santri prasejahtera yang tersebar di beberapa wilayah di seluruh Indonesia. []

Bagikan