Dua Warga Gaza Terkonfirmasi Corona

Dua warga Gaza dikonfirmasi tertular virus corona sepulang dari Pakistan.

Dua warga Gaza positif corona terkonfirmasai Sabtu (21/3) malam. Otoritas Gaza mulai menutup fasilitas publik untuk meminimalisir penularan virus. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Dua kasus virus corona dikonfirmasi Kementerian Kesehatan Gaza, Sabtu (21/3) waktu setempat. Juru bicara Otoritas Palestina Ibrahim Milhem mengkonfirmasi dua kasus baru di Gaza. Kejadian ini menjadi kasus pertama di tanah berpenduduk dua juta orang itu. Dua warga Gaza yang terkonfirmasi corona tersebut baru saja pulang dari Pakistan. Mereka masuk Gaza melalui Mesir.

Kedua warga tersebut kini dikarantina di Rafah, kota yang tidak jauh dari perbatasan Gaza dan Mesir sejak kedatangannya dari Pakistan, Kamis (19/3). Saat ini otoritas Gaza menutup sekolah, pasar, tempat pertemuan, dan penundaan salat Jumat berjamaah selama minimal dua minggu.

Unit militer Israel Koordinasi Aktivitas Pemerintah di Teritori, menutup daerah pesisir seluas 357 kilometer itu serta perbatasan Palestina dan Tepi Barat sejak Ahad 22 Maret lalu.

Hingga saat ini, ada 20 fasilitas yang ditunjuk di selatan Gaza, termasuk sekolah, hotel dan fasilitas medis, yang menampung lebih dari 1.200 orang, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera. Pusat karantina terletak di Rafah, Deir al-Balah dan kota selatan Khan Younis. Setidaknya 2.000 pengungsi telah mengisolasi diri di rumah mereka.

Berita tentang dua kasus positif pertama memicu ketakutan dan kecemasan di antara mereka yang dikarantina di sekolah. Khalil (49), warga Rafah yang turut dikarantina, mengungkapkan kekhawatirannya kepada Al Jazeera"Kami takut bahwa di antara kami akan ada orang yang terinfeksi, terutama karena kami telah menyerukan peningkatan dalam kondisi karantina," katanya.

Selain di Gaza, empat kasus baru juga terkonfirmasi di Ramallah. Dua dari empat kasus lain dikonfirmasi di Desa Shuqba, sebelah barat Ramallah, adalah seorang wanita dan putrinya yang tertular penyakit dari seorang wanita yang baru saja kembali dari Turki, sebagaimana dikabarkan Wafa.

Dengan enam tambahan kasus baru-baru ini, jumlah total kasus virus corona di Palestina telah mencapai 59. Sejumlah 17 orang di Bethlehem yang telah pulih dan dikirim pulang pada Jumat (20/3) untuk karantina 14 hari.[]