Duka Keluarga Naima Ketika Israel Hancurkan Rumah Mereka

Naima Hamuda Abu Ammar kehilangan rumahnya setelah setelah Israel meledakkan rumahnya dengan roket. Ia bersama 18 anggota keluarganya yang lain kini hanya tinggal di satu ruangan yang tersisa dari ledakan tersebut.

Duka Keluarga Naima Ketika Israel Hancurkan Rumah Mereka' photo
Lima rumah hancur seketika. Ketika mereka kembali, ada beberapa yang tersisa dan di sisa-sisa bangunan itulah para keluarga terdampak kini tinggal. (ACTNews)

ACTNews, GAZA - Puing-puing bangunan masih berserakan. Tas sekolah anak-anak, lemari, dan beberapa perabotan yang saling bertindihan dengan beton-beton. Saat Israel melancarkan serangan, hampir saja bangunan itu rata dengan tanah dan hanya menyisakan beberapa tempat utuh.

Salah satu sisa bangunan itu kini dihuni oleh satu keluarga yang terdiri 19 orang. Jomah Alnajjar, salah satu mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gaza, datang ke tempat tinggal mereka untuk menengok keadaan pada Ahad (24/11) lalu. Naima Hamuda Abu Ammar, ibu dari keluarga itu, kemudian mengisahkan bagaimana mereka bisa kehilangan rumah mereka yang terletak di wilayah utara Gaza.

“Kami semua sedang berada di dalam rumah ketika Israel menyerang. Hari itu (12/11), hari kedua penyerangan dan sudah jam 11 malam. Semua keluarga dan tetangga langsung keluar dari rumah ketika Israel datang. Beberapa menit setelah kami pergi, mereka meledakkan rumah kami dengan roket,” kata Naima.

Lima rumah hancur seketika. Ketika mereka kembali, ada beberapa yang tersisa dan di sisa-sisa bangunan itulah para keluarga terdampak kini tinggal. Tempat tinggal Naima dan 18 orang keluarganya yang lain kini hanyalah sebuah ruangan berisi beberapa alas untuk mereka semua tidur. Sementara di pojok ruangan, barang-barang mereka bertumpuk.

“Semua anggota keluarga ini tinggal dalam satu ruangan. Harapan kami sebenarnya kami hanya ingin pulang. Kami ingin kembali di rumah kami yang damai seperti dulu. Terutama karena sekarang ini musim dingin juga sudah dimulai,” ujar Naima.

Naima dan keluarganya berharap rumahnya lekas dibangun kembali mengingat keluarganya juga cukup banyak. Akhir November ini, ACT menyalurkan bantuan pengan untuk keluarga Naima dari Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Gaza.


Keluarga Naima menerima bantuan paket dari IHC-ACT. (ACTNews)

“Kami berterima kasih sekali kepada ACT atas bantuan yang disalurkan dari para dermawan di Indonesia selama masa darurat ini. Terima kasih untuk semua makanan, obat-obatan, dan pakaian untuk kami semua. Ini karena keadaan kami sangat sulit sekarang. Di sini kami juga punya anak-anak yang masih sekolah. Mereka membutuhkan buku, tas sekolah, dan baju untuk musim dingin nanti,” jelas Naima.

Pendistribusian paket pangan tersebut merupakan rangkaian dari pembagian 5.000 paket bantuan pangan dari IHC. Gaza Utara sendiri pada hari itu mendapatkan sekitar 1.100 paket pangan. Akan ada lima wilayah lagi yang akan menjadi sasaran program ini ke depannya.

“Pembagian makanan ini akan terus berlanjut, mengingat kondisi yang mereka alami sekarang. Ini adalah pesan untuk dunia bahwa kita menginginkan perdamaian dan bantuan untuk Palestina atas serangan kepada mereka,” kata Jomah.

Jomah mengatakan bahwa serangan ini telah berlangsung selama 14 tahun dan memengaruhi berbagai sektor di Gaza. Sehingga, untuk kondisi-kondisi seperti serangan yang terjadi di Gaza Utara ini, Palestina benar-benar membutuhkan bantuan. []

Bagikan

Terpopuler