Duka Selepas Banjir Pacitan, Tim ACT Berjibaku Cari Korban Longsor

Duka Selepas Banjir Pacitan, Tim ACT Berjibaku Cari Korban Longsor

ACTNews, PACITAN - Banjir boleh jadi berangsur surut, tapi Pacitan masih berduka. Sejumlah desa terdampak banjir bandang di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilaporkan masih lumpuh. Sampai laporan ini diunggah, Jumat (1/12) juga tak ada hari libur bagi segenap Tim Emergency Response ACT yang kini berjibaku di desa-desa terdampak bencana banjir dan longsor Pacitan.

Melaporkan langsung dari lapangan, Lukman Solehuddin leader dari Tim Emergency Response ACT di Pacitan mengatakan, masih banyak desa yang lumpuh karena dihantam longsoran. Bahkan sampai Jumat ini korban jiwa pasca banjir dan longsor di Pacitan terus bertambah.

Lukman merangkum, setidaknya sampai Jumat (1/12) masih ada tujuh kecamatan di Pacitan yang belum bisa pulih. Imbas dari kerusakan infrastruktur, lumpur sisa banjir yang masih menggunung, juga tanah longsoran yang menutup jalan desa. Tujuh kecamatan yang masih lumpuh pasca banjir di Pacitan antara lain, Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Tulakan, Tegalombo, Nawangan, Arjosari, dan Kecamatan Ngadirojo. Dari tujuh kecamatan itu, titik dampak banjir terparah berada di Kecamatan Pacitan

“Kami juga menerima informasi korban meninggal di seluruh Pacitan sudah mencapai 20 orang. Sebanyak 14 korban meninggal karena tertimbun longsor, sementara enam orang lainnya wafat karena terseret arus banjir,” ujar Lukman Solehuddin.

Membenarkan informasi tersebut, Sutopo Purwo Nugroho, Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menuliskan, dari 20 korban meninggal di Pacitan, sebanyak 11 korban sudah ditemukan jasadnya. “Sementara sembilan korban tewas lain masih dalam pencarian,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya pada media, Jumat (1/12).

Duka tak berakhir sampai di situ saja. Meski banjir sudah surut, tapi rangkuman data yang berhasil dihimpun Tim Emergency Response ACT menunjukkan, sebanyak empat orang luka-luka akibat arus banjir dan longsor. Sementara itu, 1.879 orang masih mengungsi di beberapa titik pengungsian.

Tim ACT berjibaku cari korban longsoran

Masih bergelut di fase darurat bencana, Tim Emergency Response ACT yang berjumlah 13 punggawa berfokus pada pencarian korban hilang yang tertimbun longsor. Alifin, salah satu bagian dari tim Emergency Response ACT di Pacitan mengatakan, sepanjang hari Jumat (1/12) ini tim ACT berjibaku di Dusun Duren, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Pacitan.

“Satu keluarga di titik ini tertimbun longsoran. Diduga korban empat orang masih tertimbun seluruhnya. Nama-nama korban longsor di Dusun Duren ini yakni Rozak (16 tahun), Ibu Sukesih (40 tahun), Kakek Parno, dan Nenek Kasih. Sementara yang selamat adalah Bilal, suami dari Ibu Sukesih,” kata Alifin.

Bilal, suami dari Sukesih mengisahkan detik-detik ketika pertama kali longsor dan banjir bandang itu datang. Menurut kisahnya, tanah longsor yang merenggut seluruh anggota keluarganya itu terjadi Senin (27/11) malam saat hujan turun deras sekali.

Hingga malam gelap, Jumat (1/12) proses pencarian korban longsor di Dusun Duren, Desa Klesem belum membuahkan hasil. Di tanah yang terjal dan berbukit-bukit itu, tumpukan longsor menggunung, entah ada di posisi mana seluruh jasad keluarga Bilal.

“Esok Sabtu InsyaAllah proses pencarian korban longsor di Desa Klesem ini masih terus dilakukan. Mohon doanya untuk kelancaran seluruh aksi tim Emergency Response ACT di Pacitan,” ujar Lukman menutup sambungan teleponnya dengan ACTNews, langsung dari Pacitan. []

Tag

Belum ada tag sama sekali