Dukungan Besar Warga Jateng untuk Palestina

Dukungan Besar Warga Jateng untuk Palestina

ACTNews, SEMARANG – Masyarakat Palestina masih dirundung krisis kemanusiaan sampai sekarang. Perekonomian negara memburuk, sebagian besar warganya kehilangan mata pencaharian. Keadaan diperpuruk dengan adanya krisis listrik, air bersih, pangan, hingga bahan bakar. Semua terjadi akibat blokade Israel selama belasan tahun.

Palestina, tercatat dalam sejarah sebagai negara yang pertama kali mengakui Indonesia merdeka, kini justru dalam keadaan terjajah. Merespons hal tersebut, Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (ACT Jateng) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggalang aksi peduli Palestina di kawasan Simpang Lima Semarang, Ahad (10/3).

“Tema besar aksi kami adalah Indonesia Selamatkan Pelestina, di mana ini adalah wujud nyata keberpihakan bangsa Indonesia dalam upaya mendukung Palestina merdeka,” seru Taufiqurrahman selaku koordinator aksi dari MRI Jawa Tengah. Selain seruan lantang dari para relawan, terdapat pula wahana untuk membubuhkan tanda tangan serta pesan singkat yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai wujud dukungan untuk Palestina.

“Sangat banyak orang berlalu lalang untuk bertanda tangan mendukung aksi bela Palestina, ini artinya sudah semakin banyak orang melek dan teredukasi untuk peduli Palestina,” lanjut Taufiq. Ia mengonfirmasi bahwa aksi peduli Palestina ini dilakukan serentak di empat Kabupaten kota se-Jawa Tengah, yakni di Sragen, Klaten, Demak, dan Banyumas.

Sementara itu, Kepala Wilayah ACT Jateng, Sri Suroto menyampaikan bahwa aksi peduli Palestina tidak saja dilakukan ACT dan MRI. “Menteri Luar negeri Indonesia melalui Bapak Salman al-Farisi selaku Dubes Luar Biasa Berkuasa Penuh Afrika Selatan, pada 2018 lalu telah berpesan kepada ACT dan juga meneguhkan pandangan politik Indonesia atas Palestina,” kata Suroto.

Menyadur perkataan Dubes Salman, Suroto mengatakan, Palestina adalah jantung dan nafas politik luar negeri Indonesia. “Beliau (Salman) menegaskan kepada kita semua bahwa Palestina adalah prioritas politik luar negeri Indonesia,” terang Suroto.

Perjuangan untuk Palestina semakin jelas tidak hanya dilakukan oleh segelintir orang, komunitas, maupun lembaga kemanusiaan, namun sudah mencakup perjuangan bersama bangsa Indonesia. “InsyaAllah di pekan-pekan yang akan datang kita masih akan mengedukasi masyarakat melalui aksi dan serangkaian program untuk terus peduli dan memberi bantuan terbaik bagi Palestina,” pungkas  Suroto. []