Dukungan Keluarga Heru untuk Berikan Wakaf Terbaik

Tanpa rasa ragu, Heru menyatakan mewakafkan seluruh bibit padi unggul miliknya senilai Rp30 juta untuk bisa dimanfaatkan di program Wakaf Sawah Produktif. Keputusannya ini, Heru mengaku, sangat didukung oleh keluarga.

Seorang petani Desa Jiyu, Mojokerto sedang membawa bibit unggul yang siap tanam di acara tanam raya Wakaf Sawah Produktif pada akhir Desember 2020 lalu. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, SURABAYA – Baru kali ini Heru Pamungkas mendapatkan undangan untuk hadir di acara Waqf Business Forum yang Global Wakaf-ACT gelar. Pada Ahad (27/12/2020), ia menjadi salah satu tamu yang hadir di acara yang digelar di  Hotel Santika Premier Gubeng, Surabaya tersebut. Ia tak sekadar mendengarkan materi dari pembicara seperti Ketua MUI K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Badan Wakaf Indonesia yang juga pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Presiden Global Islamic Philanthropy Ahyudin, Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar serta pengusaha serta wakif Global Wakaf, namun juga bersemangat untuk berwakaf di akhir acara.

Tanpa keraguan sedikit pun, Heru mengangkat tangan ketika Muhammad Yusuf Misbah atau yang diakrab Gus Yusuf memandu acara WBF dan menanyakan siapa yang ingin berwakaf. Spontan, Heru mengatakan bakal mewakafkan bibit padi unggul miliknya, yang jika dikonversi ke dalam rupiah senilai 30 juta. Sambil menceritakan sedikit alasannya berwakaf, Heru menuai tepuk tangan dari peserta yang hadir.

“Saya sangat mendukung program yang Global Wakaf-ACT jalankan dalam ikhtiar mewujudkan kedaulatan pangan,” ungkapnya. Bibit padi unggul yang Heru wakafkan tersebut nantinya bakal ditanam di lahan sawah dukungan program Wakaf Sawah Produktif yang ditargetkan mencapai luas 500 hektare di tahap awal ini di wilayah Jawa Timur.

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Malang itu, ketika diajak berbincang oleh reporter ACTNews  selepas acara menuturkan, sebelum ia memutuskan mengangkat tangan di acara WBF tersebut, ia terlebih dahulu menghubungi istrinya yang ada di Malang. Awalnya ia hanya berniat mewakafkan sebagian bibit unggul saja, akan tetapi sang istri yang dihubungi lewat telepon mengatakan untuk memberikan wakaf terbaik. Maka, tanpa ada keraguan, lagi Heru mewakafkan seluruh bibit kepunyaannya tersebut.

“Keluarga sangat mendukug keputusan ini,” ungkap Heru, Ahad (27/12/2020).

Wakaf yang Heru dan pewakif lainnya salurkan saat acara WBF Surabaya itu nantinya bakal mendukung program-program wakaf yang Global Wakaf-ACT sedang jalankan di Jatim. Sehari sebelumnya, Global Wakaf telah menggelar kegiatan tanam raya di Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto yang menjadi bagian dari program Wakaf Sawah Produktif dengan target luas sawah yang dikelola 500 hektare.

“Besarnya wakaf yang tersalurkan melalui Global Wakaf akan mendukung program-program produktif. Lewat wakaf di sektor produktif ini akan lebih banyak penerima manfaatnya, bahkan lebih luas lagi yang bisa menikmati kebaikan ini," ungkap Sri Eddy Kuncoro dari tim Global Wakaf-ACT saat ditemui di tanam raya.[]