Dukungan Medis untuk Murabithun yang Terluka Imbas Serangan Zionis

Lebih dari 150 warga Palestina terluka dalam serangan brutal pasukan Israel di Al-Aqsa beberapa hari lalu. Demi membersamai perjuangan para murabithun, ACT menurunkan tim medisnya untuk mengevakuasi dan memberikan perawatan pada para korban

israel serang palestina
Tim medis ACT mengevakuasi warga Palestina korban luka serangan pasukan Israel. (ACTNews)

ACTNews, YERUSALEM – Serangan brutal pasukan zionis Israel ke Masjid Al-Qibli di Kompleks Al-Aqsa, Yerusalem Timur beberapa waktu lalu menyebabkan lebih dari 150 warga Palestina terluka. Serangan tersebut dilaporkan menjadi salah satu serangan terburuk di Al-Aqsa dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Sebagian warga yang terluka cukup parah telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Yerusalem. Lembaga layanan medis Palestina menyatakan bahwa proses evakuasi cukup sulit dilakukan sebab pasukan Israel kerap menghalangi kedatangan ambulans dan paramedis ke masjid. Bahkan salah satu petugas medis dilaporkan tertembak di area mata dengan peluru karet oleh pasukan Israel.

Untuk membersamai perjuangan warga Palestina, tim medis ACT di Yerusalem juga turut membantu proses evakuasi pada Jumat (15/4/2022). Saat itu, banyak warga Palestina terluka yang terjebak di dalam masjid.

"Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup menegangkan, akhirnya proses evakuasi berhasil dilakukan. Tim medis ACT lantas membawa para korban ke klinik ACT yang letaknya tidak jauh dari kompleks Al-Aqsa," ujar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Network ACT, Senin (18/4/2022).

Salah satu korban luka yang dievakuasi tim medis ACT adalah Syekh Badar. Ia merupakan salah seorang penjaga Masjidil Aqsa yang terluka parah saat menjalankan tugasnya menjaga para jemaah dari rentetan serangan pasukan Israel. Saat ini, ia masih mendapat perawatan dari staf medis Palestina.

Untuk diketahui, klinik ACT di Yerusalem baru saja diresmikan pekan lalu. Klinik ini berlokasi sekitar 50 meter dari komplek Masjid Al-Aqsa atau Baitul Maqdis. Klinik ini mampu memberikan pelayanan medis serta pemberian obat-obatan untuk 200 warga Palestina di Yerusalem secara gratis tiap harinya.

Selain itu, klinik ini juga mampu memberikan layanan medis umum maupun spesialis, serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti peralatan bedah tingkat menengah hingga ruang darurat yang akan menampung pasien kritis. Diperkirakan, per bulannya klinik ini mampu memberikan perawatan medis untuk seribu warga Palestina di Yerusalem. []