Dukungan Penuh ACT untuk Kebangkitan Bangsa

Bangkit Bangsaku menjadi ikhtiar bersama membangkitkan kondisi bangsa yang sebelumnya dalam keterpurukan. ACT sebagai inisiator pun telah menyiapkan berbagai program kemanusian untuk menyukseskan ikhtiar ini.

Salah satu penerima beras wakaf dari Lumbung Sedekah Pangan yang ACT hadirkan untuk mengatasi persoalan pangan di tengah pandemi. (ACTNews)

ACTNews, DEPOK – Gerakan "Bangkit Bangsaku" yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) resmi diluncurkan pada Rabu (30/9) kemarin. Melalui gerakan ini, ACT untuk mengajak seluruh elemen masyarakat ikut bersama membangun kembali bangsa di tengah keterpurukan akibat kondisi yang tak pasti dampak pandemi yang tak kunjung usai. Dukungan penuh akan ACT lakukan melalui berbagai program kemanusiaan yang akan terus memberikan perhatian ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya warga prasejahtera.

Presiden ACT Ibnu Khajar dalam pemaparannya saat peluncuran gerakan Bangkit Bangsaku di kawasan Universitas Indonesia, Depok, mengatakan, gerakan ini lahir sebagai penyemangat semua orang untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Terhitung pandemi corona dinyatakan masuk ke Indonesia pada Maret lalu, telah banyak hal berubah, khususnya tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin rendah. Perekonomian pun di ambang resesi, pendidikan terkendala, sosial budaya berubah.

“Bangkit Bangsaku menjadi gerakan yang bisa dilakukan semua orang sebagai semangat positif menjunjung kemandirian bangsa,” jelas Ibnu.

Program kemanusiaan dari ACT yang sudah berjalan pun akan meramaikan kebangkitan bangsa. Ibnu menambahkan, dalam sektor ekonomi, dana wakaf yang dikelola Global Wakaf-ACT akan mendukung penguatan dan peningkatan kapasitas usaha, baik skala mikro hingga kecil, baik pedagang maupun produsen pangan (petani). Lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro yang telah berjalan sejak beberapa pekan dan telah ada ratusan penerima manfaatnya, diharapkan akan terus bertambah dan meluas dengan adanya gerakan Bangkit Bangsaku.

Masih dari sektor ekonomi, khususnya penguatan pangan, ACT bersama Global Wakaf akan meluaskan jangkauan Lumbung Beras Wakaf, Lumbung Air Wakaf, hingga Lumbung Ternak Wakaf untuk memastikan ketersediaan pangan selalu ada, khususnya bagi masyarakat prasejahtera. Nantinya, dari lumbung-lumbung ini akan hadir produk pendukung pangan masyarakat, seperti Beras Wakaf, Air Minum Wakaf, hingga distribusi hewan kurban ke berbagai daerah.

Dukungan sektor pendidikan dan kesehatan

Selain lumbung-lumbung untuk dukungan pangan, ACT juga mendukung kebangkitan bangsa dari sektor pendidikan serta kesehatan. Bersama Global Zakat, ACT menghadirkan program Sahabat Guru Indonesia, Sahabat Dai Indonesia, sehingga Tepian Negeri yang mendukung kesejahteraan serta pemerataan bagi pahlawan pendidikan prasejahtera hingga ke pelosok daerah. Pendidikan menjadi salah satu konsen ACT dalam ikhtiar mendukung kebangkitan bangsa. Hal ini dibuktikan dengan satu tahun perjalanan Sahabat Guru Indonesia, hingga kini telah ada ribuan guru yang mendapatkan biaya hidup serta paket pangan.

“ACT juga telah membangun sekolah-sekolah di tepian negeri, sekolah tak layak pakai hingga memenuhi berbagai bantuan guru serta murid. Karena kami yakin betul, pendidikan menjadi salah satu jalan melahirkan generasi yang akan membangun bangsa,” tambah Ibnu.

Namun, ujar Ibnu, semua yang dilakukan untuk membangkitkan bangsa tak akan pernah bisa terwujud tanpa adanya persatuan. Semua pihak harus ikut terlibat dalam gerakan kebaikan ini, baik dalam bentuk keterlibatan langsung maupun dukungan lainnya. ACT sendiri yang lahir sebagai lembaga kemanusiaan, penghimpun dana zakat dan wakaf telah menghadirkan kemudahan bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam aksi-aksi kemanusiaan ACT. Melalui laman Indonesia Dermawan, masyarakat bisa menyalurkan kebaikannya.

“Kemudahan demi kemudahan ACT hadirkan untuk bisa melibatkan masyarakat luas dalam aksi kemanusiaan. Hal ini dilakukan demi mewujudkan kemandirian bangsa yang menjadi cita-cita kita bersama,” tambah Ibnu.[]