Dukungan untuk Keluarga Kru Nanggala-402 Mengalir dari MRI Surabaya

Tak sebatas solidaritas, relawan MRI Surabaya mendukung keluarga kru Nanggala-402 dengan logistik pangan. Di samping itu, lantunan doa terus teruntai untuk mereka yang dinyatakan gugur dalam tugas negara.

distribusi
Relawan MRI Surabaya menurunkan logistik pangan ke rumah salah satu keluarga kru Nanggala-402. (ACTNews)

ACTNews, SURABAYA – Selain menggelar aksi solidaritas dan ajakan salat gaib di Semarang, relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) juga menyerahkan bantuan kepada keluarga awak KRI Nanggala-402 di Surabaya. Bantuan berupa 600 kilogram Beras Wakaf dan 300 Air Minum Wakaf untuk enam keluarga kru kapal selam yang kini dinyatakan on eternal patrol tersebut.

Ahad (25/4/2021), pengantaran logistik pangan ini dilakukan ke rumah keluarga Mayor Wisnu Soebiantoro, Letda Munawir, Sertu Willy Ridwan Santoso, Serda Purwanto, KLK ETA Roni Effendi dan Mayor Whilly. “Kami turut berduka cita atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa ini bersama KRI Nanggala-402,” ungkap Heri Setiawan dari tim MRI.

Kehilangan anggota keluarga, lanjut Heri, merupakan sebuah kesedihan yang mendalam. Namun, keikhlasan diperlukan beriringan dengan doa yang terus dipanjatkan. MRI akan terus mendukung keluarga korban dengan solidaritas serta mengadakan salat gaib untuk prajurit yang gugur.

Salah satu relawan MRI yang cukup merasa kehilangan atas tenggelamnya KRI Nanggala-402 ini ialah Ardian Kurniawan Santoso dari Salatiga. Kini, relawan yang baru saja pulang dari tugas penanganan gempa Sulawesi Barat tersebut hanya bisa mengenang Lettu Muhadi, satu dari 53 kru kapal selam. Perkenalannya ketika menjadi relawan di Parigi Moutong tahun 2018 lalu menjadi kenangan yang sekarang hanya bisa diingatnya. Beberapa foto ketika dirinya bersama relawan MRI lain mengikuti latihan menyelam bersama tim Lettu Muhadi menjadi memori. Sayang, fotonya bersama Lettu Muhadi hingga kini belum ditemukan di gawai.

“Beliau sosok yang tegas dan berwibawa,” ungkap Ardian, Rabu (29/4/2021).[]