Dukungan untuk Lili Salidi, 24 Tahun Mengabdi sebagai Dai

Lili Saidi adalah satu dari ribuan dai di Tasikmalaya. Peran Lili selama 24 tahun mengabdi diapresiasi Global Zakat-ACT melalui program Sahabat Dai Indonesia.

Dukungan untuk Lili Salidi, 24 Tahun Mengabdi sebagai Dai' photo
Lili Saidi menerima bantuan biaya hidup dai dari program Sahabat Dai Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, TASIKMALAYA – Lili Sadili (51), pengajar Alquran di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, sudah mengabdikan diri selama 24 tahun mendidik dan berdakwah meski tanpa honor yang memadai.  Sejak 1996 ia mulai merintis pengajian untuk anak-anak. “Setahun kemudian, saya dipercaya mengelola pengajian pemuda-pemudi,” cerita Lili saat Global Zakat-ACT Tasikmalaya menemuinya pada Senin (18/1/2021) kemarin.

Bagi Lili, mengajar sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Ia pun mewujudkannya dengan mengabdi sebagai guru mengaji setelah lulus dari MAN Bahrul Ulum Awipari Tasikmalaya pada 1990.

“Selama saya diperlukan dan diberikan kepercayaan, insyaallah saya siap mengabdi. Saya selalu percaya, bagaimana mungkin kita risau atas rezeki yang sudah dijamin oleh Allah SWT,” kata bapak dua anak itu.

Selain sebagai pengajar Alquran sukarela, Lili mencari nafkah dengan berjualan bajigur. Dari usaha itu, penghasilan bersih per bulan yang ia terima sekitar Rp200 ribu - Rp300 ribu. Pendapatan itu ia gunakan untuk menafkahi istri dan kedua anaknya, yang pertama masih sekolah di sekolah dasar dan yang kedua masih bayi.

Semangat Lili mengabdi diapresiasi Global Zakat-ACT Tasikmalaya melalui bantuan Sahabat Dai Indonesia. Fauzi Ridwan dari Tim Program Global Zakat-ACT Tasikmalaya menerangkan, dukungan untuk para dai ini diharapkan menyemangati mereka dalam berdakwah. “Hal ini sekaligus representasi kehadiran umat yang mendukung dan membutuhkan dukungan mereka,” kata Fauzi.[]