Earth Hour dan MRI Sulsel Galang Donasi untuk Sentani

Earth Hour dan MRI Sulsel Galang Donasi untuk Sentani

ACTNews, MAKASSAR – Gerakan sekaligus kampanye penyelamatan lingkungan global, Earth Hour, kembali digelar. Di Makassar, Sulawesi Selatan terdapat beberapa titik yang ikut melakukan aksi pemadaman listrik itu, salah satunya Nipah Mall. Acara berhenti menggunakan listrik sementara itu dilakukan selama satu jam lamanya, sejak pukul 20.30-21.30 WITA.

Ada yang istimewa dalam acara tahunan Earth Hour di Makassar malam itu, Sabtu (30/3). Ialah penggalangan dana untuk korban banjir bandang dan longsor di Sentani, Papua. Nantinya, hasil pengumpulan dana akan disalurkan ke masyarakat Sentani terdampak melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Ketua Umum Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulsel Miswar Arifin mengatakan, kepedulian masyarakat terhadap pengunaan energi yang berlebihan ini diharapkan menular pada peduli pada isu kemanusiaan. “Saat ini ada saudara kita semua di Sentani yang membutuhkan bantuan,” ungkap Miswar.

Miswar menambahkan, MRI Sulsel sangat antusias pada kegiatan Earth Hour ini. Melihat masih banyaknya masyarakat yang peduli pada lingkungan. Kepedulian ini juga yang sejalan dengan gerakan yang MRI Sulsel lakukan dalam menyuarakan kepedulian terhadap sesama.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, banjir bandang yang merendam beberapa titik wilayah di Kecamatan Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) telah menelan korban jiwa tak kurang dari 112 orang. Dari 112 orang meninggal dunia, 77 orang di antaranya berhasil diidentifikasi. Jumlah orang hilang 82, sementara 961 orang terluka.

Pengungsi saat ini 5.347 orang, atau 962 keluarga. Mereka tersebar di 21 titik pengungsian.
Sejak awal terjadi bencana, tim Disaster Emergency Response-ACT telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan juga mengaktivasi posko bencana serta dapur umum.