Ebola Kembali Ancam Afrika

Ebola dikonfirmasi merebak di Kongo, setelah beberapa bulan sebelumnya ditemukan pula di Guinea. Rentetan kasus baru pada 20201 ini, memunculkan kekhawatiran terkait kemungkinan kembali menyebarnya wabah tersebut di benua hitam.

ebola ancam afrika
Ilustrasi. Sepanjang 2021, sudah beberapa kasus Ebola terkonfirmasi di Afrika. (Epa-Ef/Ahmed Jallanzo)

ACTNews, KONGO – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ada 3 kasus baru Ebola telah dikonfirmasi di Kongo Timur. Total ada 5 kasus yang dilaporkan dalam 10 hari terakhir di Kongo. Salah satu pejabat kesehatan setempat mengatakan, merebaknya kembali virus tersebut terkait dengan wabah besar 2018-2020. Pada rentang waktu itu Ebola menewaskan lebih dari 2.200 orang dan menginfeksi lebih dari 1.000 lainnya.

WHO dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa kasus-kasus Ebola itu terdeteksi pada hari Sabtu di distrik kesehatan Butsili, dekat dengan kota Beni, lokasi wabah terakhir berpusat. Tiga orang dari lima kasus yang dikonfirmasi telah meninggal dunia.

Wabah Ebola sempat dinyatakan berakhir empat tahun lalu di Afrika Barat dan kala itu dianggap sebagai epidemi Ebola terbesar dan paling kompleks di dunia dengan menewaskan lebih dari 11.000 orang.

Menurut WHO, Ebola disebabkan virus yang menyebar dari hewan liar ke manusia. Virus ini kemudian menyebar melalui kontak dari manusia ke manusia, yang ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh (seperti darah, feses, dan muntahan) dari orang yang mengidap Ebola, atau telah meninggal karena virus tersebut.

Gejalanya, biasanya adalah demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala dan sakit tenggorokan, diikuti dengan muntah, diare, ruam dan, dalam beberapa kasus, pendarahan internal dan eksternal (misalnya, darah mengalir dari gusi atau bercampur dalam tinja)

Selain di Kongo, Ebola juga sempat muncul kembali pada 2021 di Guinea Februari lalu. Seorang perawat di Kota Goueké meninggal dimakamkan pada 1 Februari. Beberapa hari kemudian, delapan orang yang menghadiri pemakaman itu mulai mengalami diare, muntah, pendarahan, dan demam. Tiga di antaranya meninggal, sementara yang lainnya diisolasi dan menjalani perawatan rumah sakit.

Rentetan kasus baru Ebola ini memunculkan kekhawatiran dari berbagai kalangan terkait kemungkinan menyebarnya virus tersebut di benua hitam. Sebab, saat ini Afrika sendiri masih berjibaku menghadapi krisis yang ditimbulkan dari merebaknya pandemi Covid-19. Berdasarkan data dari WHO per Senin (18/10/2021), Afrika mencatat 6,1 juta kasus positif Covid-19.[]