Edukasi Mitigasi Lewat Humanity Day di TKIT Bogor

Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (6/11) kemarin dharapkan dapat mengedukasi para siswa agar para siswa tahu nantinya bagaimana cara menghadapi bencana gempa.

Edukasi Mitigasi Lewat Humanity Day di TKIT Bogor' photo
Simulasi gempa menjadi salah satu nbagian dari kegiatan Humanity Day di TKIT Shalahudin 1 Bogor. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR - Kegiatan di TK Islam Terpadu (TKIT) Shalahudin 1 Bogor pagi itu tidak seperti biasanya. Dibimbing oleh seorang guru, sebanyak 120 murid riuh berlarian ke sana ke mari melindungi kepala mereka dengan tas punggung. Sesaat kemudian mereka semua berjongkok di halaman sekolah yang cukup lapang.

Kegiatan tersebut adalah simulasi gempa yang merupakan bagian dari kegiatan Humanity Day yang diselenggarakan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bogor. Dalam acara yang diselenggarakan pada Rabu (6/11) itu, ACT dan MRI hadir dengan aktivitas dongeng kemanusiaan dan mitigasi gempa untuk siswa.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk mengedukasi para siswa agar para siswa tahu nantinya bagaimana cara menghadapi bencana, dalam hal ini gempa. Sehingga, harapan kami jika suatu saat mereka mesti mengalami gempa, para siswa mampu menyelamatkan diri mereka, terlebih juga menyelamatkan orang lain,” ujar Khisnul Khatimah dari Tim ACT Bogor pada Jumat (8/11).

Selain kegiatan simulasi gempa, tim juga menyuguhkan cerita kemanusiaan dan cerita siaga bencana kepada anak-anak. Anak-anak sangat antusias mendengar cerita yang dibawakan oleh pendongeng Elis Siti Toyibah hari itu. Mereka mengikuti lagu berjudul ‘Kalau Ada Gempa’ yang dilantunkan oleh tim. Tidak hanya para siswa, pihak sekolah juga mengapresiasi kegiatan Humanity Day.


Para siswa mengikuti lagu 'Kalau Ada Gempa' yang dipandu oleh tim ACT-MRI.(ACTNews)

“Alhamdulillah, siswa-siswi TKIT Shalahudin 1 Bogor menyambut kita dengan antusias sekali. Begitu juga guru-guru yang ada. Para guru juga ikut terlibat dengan kegiatan Humanity Day yang kita adakan kemarin, bahkan sampai ikut melakukan simulasi evakuasi saat terjadi gempa. Mereka juga berterima kasih atas diadakannya edukasi untuk para siswa,” ujar Khisnul.

Melalui kegiatan ini, Khisnul berharap masyarakat dapat lebih sadar lagi soal mitigasi bencana. ACT-MRI Bogor juga membuka kesempatan untuk sekolah atau komunitas lain yang ingin bekerja sama untuk mengadakan edukasi serupa.

“Mitigasi menjadi penting untuk dipahami karena kita sendiri tidak tahu kapan bencana datang. Oleh karena itu untuk sahabat dermawan yang mungkin berminat untuk mengadakan kegiatan serupa baik di sekolah maupun komunitasnya, bisa mengontak ACT Bogor agar mendapatkan informasi lebih lanjut,” kata Khisnul. []

Bagikan